Senam Bersama sebelum lari.
(dwi siswanto/radar jember)

Berlari dengan balutan setelan pakaian olahraga dengan celana pendek sering dijumpai di kegiatan running. Lantas bagaimana jika running dengan sarung dan berhijab. Maka, jawabannya ada di gelaran Saroeng dan Hijab Run, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-72, kemarin (8/7).

Start yang dimulai di Perumahan Istana Kaliwates Jalan Lumba-lumba tersebut menyedot perhatian masyarakat berbagai kalangan. Tidak hanya para atlet lari, olahragawan, termasuk masyarakat umum, dan para santri. Meski penampilan peserta seperti hendak ke masjid dengan bersarung, tetapi tak lupa mengenakan sepatu. 

Acara yang dimulai senam sebagai pemanasan tersebut membuat peserta dari berbagai profesi guyub rukun. Sebelum start dimulai, yel-yel semangat untuk tak takut melawan radikalisme dan terorisme di ucapkan peserta. “Sebelum start dimulai, ayo mengucapkan bersama kami orang Jember tidak takut radikalisme dan terorisme,” ujar Kapolres Bondowoso AKBP Kusworo Wibowo.

Kapolres menjelaskan tujuan mengapa acara lari ini pakai sarung dan hijab. Sebab, di Jember ini ada sekitar 600 pondok pesantren (ponpes) dan setiap ada acara fun running, banyak santriwati yang tidak bisa ikut karena biasanya berlari itu pakai celana pendek. “Dari kumpulan ide rekan-rekan, kami adakan lomba lari, tetapi syaratnya pakai jilbab dan sarung,” paparnya.

Berlari dengan sarung dan hijab tersebut membuktikan antusiasme masyarakat tinggi. “Total tiket yang terbeli itu sekitar 2500,” katanya. Acara Saroeng dan Hijab Run yang bekerja sama dengan Istana Kaliwates dan Taman Botani Sukorambi tersebut juga ingin menggelorakan gelaran olahraga akbar se-Asia, yaitu Asean Games 18 Agustus, di Jakarta dan Palembang. Kusworo juga menyampaikan, dengan olahraga seperti ini ada pesan untuk warga Jember agar tidak takut radikalisme dan teroris. 

Owner Taman Botani Sukorambi, Febrian Kahar, sekaligus mewakili destinasi wisata Jember mengatakan, acara lari dengan sarung dan hijab adalah pertama di Jember serta di Indonesia. Ide yang unik tersebut menarik animo masyarakat baik dari Jember maupun luar Jember. “Sehingga Jember ini makin ramai,” katanya.

Selain lari, di lokasi finis yang berada di Taman Botani Sukorami, peserta juga dihibur dengan musik dangdut dan bergembira bersama keluarga menikmati beragam wisata di Taman Botani Sukorambi.

Start

Kapolres Jember AKBP Kusworo didampingi Kasbrig Letkol (inf) Rudianto, Owner Taman Botani Sukorambi Febrian Kahar dan Manager Perum Istana Kaliwates Al Riyad Silahuddin membuka event Saroeng dan Hijab Run dalam rangka Hari Bhayangkara ke-72.
(Jumai/radar jember)

Ayo Lari

Taman Botani Sukorambi, Saroeng, Hijab, Fun Run, Hari Bhayangkara,

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dan Owner Taman Botani Sukorambi Febrian Kahar juga ikut berlari dengan memakai sarung.
(Jumai/radar jember)

Santri Ikut Lari

Taman Botani Sukorambi, Saroeng, Hijab, Fun Run, Hari Bhayangkara,

Santri juga tak mau kalah untuk ikut event Saroeng dan Hijab Run
(Jumai/radar jember)

Tercepat

Taman Botani Sukorambi, Saroeng, Hijab, Fun Run, Hari Bhayangkara,

Pelari tercepat mendapatkan hadiah dan trofi.
(Jumai/radar jember)

Beruntung

Taman Botani Sukorambi, Saroeng, Hijab, Fun Run, Hari Bhayangkara,

Ini dia yang beruntung mendapatkan motor di event Saroeng dan Hijab Run dalam rangka Hari Bhayangkara ke-72.
(Jumai/radar jember)

Tercepat

Taman Botani Sukorambi, Saroeng, Hijab, Fun Run, Hari Bhayangkara,

Pelari tercepat mendapatkan hadiah dan trofi.
(Jumai/radar jember)

(jr/jum/dwi/lin/das/JPR)

Source link