SIAP EDAR: Mercon yang disita Polres Pasuruan di Desa Ngwmbe, Kecamatan Beji, Minggu (31/12).
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

BEJI – Menjelang malam tahun baru, Polres Pasuruan menggerebek tempat pembuatan petasan di salah satu rumah, Dusun Ngembe, Desa Ngembe, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Ribuan petasan langsung diamankan sebagai barang bukti ke Polres Pasuruan.

Penggerebekan sendiri dilakukan pukul 12.00, Minggu (31/01). Polres Pasuruan sebelumnya sudah beberapa mengintai terkait aktivitas di rumah bercat hijau milik Robani (Rubani), 50, yang terletak di RT 6 RW 2.

Saat penggerebekan, Robani saat itu ada di rumah seorang diri. Saat ditangkap dan diminta menunjukkan lokasi penyembunyian petasan, pelaku sempat melarikan diri.

Untungnya polisi berhasil mengejar sejauh 1 kilometer. Akhirnya pelaku langsung diamankan ke Polres Pasuruan.

Polisi sendiri akhirnya menemukan bahan petasan, petasan setengah jadi, dan yang siap dikirim. Bahan baku dan mercon siap edar itu ditemukan di langit-langit atap rumah. Sehingga polisi langsung mengamankan barang bukti.

BANYAK: Mercon dan bahan baku yang turut disita polisi dari sebuah rumah. Mercon dalam jumlah banyak itu siap dijual namun akhirnya digerebek polisi lebih dahulu.
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo.)

AKP Tinton, Kasatreskrim Polres Pasuruan mengatakan bahwa penggeberekan ini awalnya lantaran ada keluhan dari masyarakat. Dikatakan ada 3 titik, selain rumah. Ada gudang penyimpanan yg jauh 500 meter dr rumah asal. Dan yang ketiga gudang sekitar 700 meter dari rumah.

Untuk rumah pertama ada puluhan ribu petasan sumbu. Dan 22 boks siap kirim berisi ribuan petasan perboks.

Di gudang kedua, seluas 3 kali 3 meter berisi lebih dari 1 ton berupa sumbu, bubuk pembuatan, obat bahan dasar, serbuk arang, belerang, timbangan, saringan, kendi penyimpanan. Bahan dasar, berbahaya mudah meledak.

Sedangkan di gudang ketiga, berisi 1 sak belerang, 1 ikat sumbu. Sampai berita ini diturunkan polres masih berupaya mengamankan semua bahan bukti.

(br/fun/eka/fun/JPR)

Source link