BOYOLALI– Ruas jalan kabupaten Cepogo- Ampel tepatnya di Dukuh Rejosari, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo lumpuh total. Hujan deras yang terjadi Sejak Selasa siang (6/3) mengakibatkan tanah tebing setinggi 10 meter longsor.

Tukiman, 47, tokoh masyarakat Dukuh Rejosari, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo mengaku keget dengan longsoran tersebut. Longsor tersebut terjadi setelah hujan kawasan lereng Merapi-Merbabu.

“Malah setelah reda baru longsor. Saat hujan deras tidak apa-apa,” kata warga yang tinggal dekat lokasi longsor tersebut.

Dia mengungkapkan akses jalur alternatif Cepogo- Ampel ini cukup ramai lalu lalang kendaraan. Sebab, jalan ini merupakan akses terdekat dari pedagang sayur dari Kopeng, Salatiga dan akses utama warga di Desa Jeruk, Tarubatang jika ke Cepogo.

Namun, setelah longsor ini terjadi, kendaraan tak bisa melintasi jalur ini karena tertutup material longsor. Pengendara pun harus memutar sejauh lebih dari 8 kilometer untuk ke Pasar Sayur Cepogo. Warga sekitar pun langsung berusaha menyingkirkan material tanah dengan alat seadanya.

Sementara itu, Kepala pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bambang Sinung Raharjo, menyatakan sudah melakukan upaya pembersihan bersama warga. Sinung juga mengaku longsor terjadi di beberapa titik, tapi yang paling besar hanyalah di antara Desa Senden dan Tarubatang ini. (wid)  

(rs/wid/per/JPR)