SRAGEN – Indonesia dinilai terlalu menganut sistem ekonomi liberal yang justru merugikan rakyat. Salah satu contohnya adalah menumpuknya utang negara.

Ini ditegaskan anggota MPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan, dengar pendapat, sekaligus peringatan ulang tahun Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Sragen, Sabtu (10/2).

Ratusan kader Partai Gerindra hadir dalam kegiatan tersebut. hadir pula Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

“Utang negara sekitar Rp 4.200 triliun bukan masalah sepele. Dari nominal tersebut, setiap warga negara Indonesia punya tanggungan utang Rp 13 juta sejak dilahirkan,” ujar politisi yang akrab disapa Saras itu kepada Jawa Pos Radar Solo.

Saras juga menyoroti masalah kesehatan anak. Yaitu, satu dari tiga anak di Indonesia mengalami hambatan pertumbuhan. Ini lebih mengkhawatirkan karena mereka merupakan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, memasuki sepuluh tahun usia Partai Gerindra, keponakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu meminta seluruh kader semakin solid.

”Partai Gerindra harus hadir untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Butuh perjuangan panjang dan berat,” tegasnya.

(rs/din/fer/JPR)