Ketua Panitia Sylvi Anitasari mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga tempat. Wilayah Kawedanan Jepara diselenggarakan di Sekretariat IDI kemarin. Sedangkan Kawedanan Bangsri dilaksanakan di Puskesmas Bangsri 2, Guyangan, hari ini. Sementara Kawedanan Pecangaan digelar di Puskesmas Nalumsari besok. “Masing-masing kawedanan jumlah paket yang diberikan sebanyak 75 warga kurang mampu. Penggalangan zakat dimulai pada awal bulan Ramadan. Terkumpul senilai Rp 67,5 juta. Masing-masing warga menerima Rp 300 ribu,” ujarnya.

Sementara itu Ketua IDI Jepara Triyono Teguh W. menyatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Bakti Indonesia 2018.  Sebelumnya, bulan lalu juga  menyerahkan bantuan jamban dalam rangka mendukung pencapaian Jepara bebas Open Defecation Free (ODF) 2019. Bantuan jamban senilai Rp 32 juta diberikan IDI melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Selain itu juga menggelar operasi katarak, seminar lanjut usia (Lansia), dan pemeriksaan spelesialis gratis. “Kegiatan IDI bukan hanya di bidang kesehatan saja. Kami juga berupaya untuk dekat dengan masyarakat melalui kegiatan sosial,” tuturnya.

Plt Ketua Baznas Jepara, Masunduri mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara kegiatan pembagian zakat mal, infaq, dan shodaqoh. Dengan kegiatan tersebut IDI dan IIDI membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Dalam organisasi IDI tentu sebagain merupakan aparatur sipil negara (ASN). Diharapkan bisa menumbuhkan kepedulian kepada warga kurang mampu melalui zakat profesi. “Harapannya kegiatan ini tidak hanya seremonial. Namun lebih kepda menyangkut kegiatan sosial yang mendorong lembaga lain membantu kepentingan masyarakat kurang mampu,” tandasnya.

(ks/war/zen/top/JPR)