MASIH DISELIDIKI: Garis polisi yang terpasang di bekas gudang di RSUD Bangil. Bangunan itu terbakar Rabu (23/5) sore lalu.
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL-Kebakaran yang melanda gudang barang bekas RSUD Bangil berdampak terhadap pelayanan pada pasien. Salah satunya dengan menunda pelaksanaan operasi. Alasannya, pihak rumah sakit menunggu pembersihan ruang penyeterilan alat operasi. 

Hal ini diungkapkan Humas RSUD Bangil Ghozali saat dikonfirmasi Kamis (24/5). Ghozali menyampaikan, untuk penyebab kebakaran tersebut, pihaknya belum bisa memastikan. Namun, besar dugaan dikarenakan adanya gesekan kertas yang ada di ruangan gudang setempat.

“Kalau penyebabnya, kami belum bisa pastikan. Tapi, kemungkinan besar, memang karena adanya gesekan kertas di dalam gudang,” bebernya. Sementara untuk kondisi pasien, memang sempat dipindahkan. Namun, pasien-pasien yang ruangannya berdekatan dengan gudang tersebut, akhirnya dikembalikan ke ruangan semula. 

“Tadi malam (Kamis malam, Red) langsung kami pindahkan ke tempat semula. Karena, dinilai sudah memungkinkan untuk ditempati kembali,” tandasnya lagi. Meski begitu, kebakaran tersebut memang sedikit berdampak terhadap pelayanan. Ghozali mengatakan, sejumlah rencana operasi terpaksa ditunda. 

Penundaan itu dikarenakan dampak asap yang masuk ruang sterilisasi alat operasi. Kemarin, pihaknya masih melakukan proses pembersihan. Sehingga, sehari atau dua hari ke depan sudah bisa difungsikan. 

PELAYANAN TERGANGGU:Akibat kebakaran, sejumlah pasien terpaksa dipindahkan ke gedung penyakit paru dan jantung yang berada di sebelah gedung lama RSUD Bangil, Rabu (23/5) .
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Dikatakan Ghozali, penundaan operasi itu hanya diberlakukan untuk yang tidak terlalu urgen. Seperti operasi hernia, kutil, dan beberapa kegiatan operasi lainnya. Namun, untuk operasi yang dipandang urgen, tetap dijalankan. 

“Karena kami masih memiliki sarana penyeterilan portable untuk pencucian alat medis atau alat operasi. Hanya saja, memang kapasitasnya tidak sebesar ruang penyeterilan,” bebernya. Imbas kebakaran itu pula, kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta. Karena banyak kaca yang pecah serta tembok menghitam akibat jilatan api. 

Sementara itu, kebakaran di RSUD Bangil menjadi sorotan dari Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Kasiman. Ia memandang, kebakaran itu dampak tidak maksimalnya dan tidak telitinya pegawai dalam bekerja. 

Ia pun mempertanyakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang diterapkan di rumah sakit pelat merah tersebut. Mengingat, hal itu berkaitan dengan keselamatan pasien. “Inspektorat harus bersikap terkait hal ini. Kami juga berencana untuk memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta kejelasan soal insiden tersebut,” tandasnya.

(br/fun/one/fun/JPR)

Source link