KOTA – Gedung UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kecamatan Rembang diusulkan jadi kantor Dewan Pendidikan. Hinggatiga bulan usai dilantik, mereka belum memiliki kantor sebagai sekretariat.

Usulan itu muncul ketika audiensi antara Dewan Pendidikan dengan Komisi D DPRD Kabupaten Rembang. Ketua Dewan Pendidikan Ahmad Sururi menjelaskan, ada dua opsi yang ditawarkan ke pihaknya sebagai kantor sekretariat.

Yakni gedung Inspektorat yang saat ini masih ditempati dan kantor UPT Dindikpora Kecamatan Rembang. Namun, Ketua Komisi D Henry Purwoko lebih setuju jika kantor Dewan Pendidikan ditempatkan di UPT. ”Saya usulkan enaknya di kantor UPT kecamatan kota,” ungkap politisi dari Fraksi PPP ini.

Sururi juga mempertanyakan anggaran untuk Dewan Pendidikan. Sebab, sejak dilantik pada 20 Oktober 2017 pihaknya belum bisa melaksanakan kegiatan karena tidak ada anggaran. Menurutnya, hal itu juga sudah dikomunikasikan dengan bupati dan dianggarkan pada 2018.

Anggota Komisi D lainnya, Islah menambahkan anggaran untuk Dewan Pendidikan sudah dialokasikan pada APBD 2018. Anggaran tersebut masuk di Dindikpora sebagai hibah. Namun, dia juga meminta Dewan Pendidikan tak menggantungkan anggaran dari pemkab.

Sebab dalam regulasinya, tidak ada kewajiban bagi pemkab untuk memberi dana operasional ke Dewan Pendidikan. Sebagai gantinya, Islah berharap Dewan Pendidikan bisa memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perushaan-perusahaan di Rembang.

”Sesuai aturannya, kebutuhan Dewan Pendidikan tidak harus dikaver pemkab, karena sifatnya bersumber. Sehingga pemkab juga tidak wajib, disesuaikan dengan kemampuan daerah. Di beberapa daerah juga dapat dari dunia usaha dan industri. Ini yang harus ditangkap Dewan Pendidikan,” jelasnya.

(ks/lid/ali/top/JPR)