Namun, strategi tersebut tampaknya tidak berhasil. Meski Gomes mengakui para pemain tampil bagus, kombinasi serangan tiga gelandang tersebut tidak sesuai ekspekstasinya. Untuk itu, dalam pemusatan latihan di Jogjakarta akan dilakukan pembenahan.

            Hal itu berbeda pada saat Asep Berlian dan Slamet Nurcahyo menjadi tandem Noura, panggilan Nuriddin Davronov. Performa trio ini di lini tengah Laskar Sape Kerrap sangat baik. Terbukti, berhasil mengalahkan Perseru Serui dengan skor 5-0 dan menaklukkan PS TIRA dengan skor 3-1.

Pelatih berkebangsaan Brasil itu mengatakan, kerja sama Noura dengan kedua gelandang tersebut cukup baik. Bahkan, saat Madura United kalah dari Persebaya, gelandang asal Tajikistan itu juga bermain bagus. Dia terus berjuang keras di lini tengah, meski tim dalam kondisi tertinggal.

”Sebagai gelandang, dia punya karakter kuat. Dan, selalu berjuang sekuat tenaga di setiap pertandingan,” jelas Gomes. Pengakuan manajemen juga terbukti setelah Noura resmi dikontrak. Dengan kehadirannya, Gomes juga akan semakin leluasa dalam meracik kombinasi di sektor tengah.

Kerja sama trio lini tengah tersebut diharapkan terus berlanjut dan semakin meningkat. Tidak hanya di Piala Presiden, namun hingga menuju Liga 1. Madura United berpeluang menjadi juara Piala Presiden 2018. Meski kalah dari Persebaya, Laskar Sape Kerrap lolos dengan status runner-up terbaik.

(mr/dam/han/bas/JPR)