Seperti di RT 14/RW 02 Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Di RT yang diketuai oleh Siti Maimun ini, pemuda setempat mendapat porsi yang cukup besar selama Prodamas 2017 lalu. “Masak yang tua saja, yang muda juga harus ada. Begitu kata anak sini saat rembuk lalu. Jadi ya akhirnya ada program itu,” ujar Siti di hadapan tim juri Prodamas Award yang kemarin berkunjung ke rumahnya.

Pada 2017 lalu, di RT ini, realisasi Prodamas memang difokuskan pada pemberdayaan ekonomi. Saat itu digelar pelatihan tata rias untuk 5 orang warga. “Rata-rata usianya 20-an. Bahkan ada yang masih 19 tahun,” sambungnya.

Bukan hanya pelatihan, namun pada tahun yang sama, warga di RT ini akhirnya juga sepakat melakukan pengadaan peralatan tata rias. Hal itu, tentu dimaksudkan untuk memfasilitasi anak-anak muda setempat yang sudah berlatih.

Walau masih pelatihan dasar, namun dua dari lima anak muda yang mendapat pelatihan kini mampu berdaya dengan menjadi penata rias di berbagai kegiatan. Mulai dari karnaval 17 Agustusan hingga acara lainnya. “Yang sering, sekarang itu yang perpisahan anak sekolah. SD, SMP, campur,” ujarnya.

Tepatnya sasaran realisasi ini, tentu erat kaitannya dengan kinerja ketua RT sendiri. Makanya, tim juri Prodamas Award pun kembali menggali berbagai hal terkait kinerja ketua RT itu. Mulai dari sosialisasi Prodamas, masalah rembuk, hingga terkait dengan berbagai hal berkenaan dengan administrasi.

Menurut Adi Nugroho, koordinator tim juri Prodamas Award dari Jawa Pos Radar Kediri, bidang kinerja ketua RT atau yang biasa disebut kinerja RT, merupakan bidang yang cukup kompleks. Hal ini, karena ketua RT dituntut mampu memberikan pemahaman hingga memecahkan masalah dalam Prodamas. “Prodamas melibatkan semua warga, jadi bagaimana proses awal rembuk menjadi penting. Di sini ketua RT berperan besar,” tandasnya.

Selain itu, berbagai persoalan kerap muncul, karena ide-ide yang beragam. Bukan dari sesepuh RT, orang tua, atau tokoh masyarakat, melainkan juga dari anak-anak muda yang juga harus difasilitasi aspirasinya. “Ini yang membutuhkan pemahaman serta kreativitas dari sang ketua RT,” paparnya.

Penjurian Prodamas Award sendiri sudah mendekati tahap akhir. Hari ini, berdasarkan jadwal yang sudah disusun, merupakan hari terakhir penjurian. Sebelumnya, tim juri Prodamas Award sudah melakukan penilaian sejak akhir tahun lalu. Dimulai dari pembagian kuesioner ke seluruh RT se-Kota Kediri melalui masing-masing kelurahan, hingga proses seleksi dan peninjauan lapangan. Diharapkan, dengan proses yang ketat, RT yang menjadi nominator dan meraih gelar terbaik bisa menginspirasi RT-RT lain untuk menggunakan dana prodamas dengan lebih inovatif dan kreatif.  

(rk/die/die/JPR)

Source link