Dinnah Tanuhardja, business development director mengungkapkan, ada tiga bidikan yang bisa menjadi objek investasi. Yakni kesehatan, pariwisata dan properti. Setelah melihat pemaparan Bupati Amin Said Husni, pihaknya tertarik untuk investasi bidang pariwisata. “Hasil yang kami dapatkan saat ini, nanti akan kami bawa ke New York untuk kemudian dilakukan bahasan tindak lanjut,” terangnya. 

Dalam kesempatan itu, pihaknya datang bersama Hartadinata Harianto selaku Co-Chief Executive Officer dan Carl E. Bolch, III juga sekali Co-Chief Executive Officer. Selain mendengarkan pemaparan bupati, tim dari SR Group ini juga melihat lahan di Kecamatan Ijen yang menjadi bidikan investasinya. 

Sementara dalam presentasi, Bupati Amin Said Husni menjelaskan berbagai potensi di Bondowoso. Presentasi itu digelar di Paringgitan, Pendapa Bupati Bondowoso. Bupati Amin menjelaskan tentang perkembangan kopi, perkembangan wisata, produk organik dan lain sebagainya. 

Seperti saat menjelaskan produk unggulan kopi dan beras organik, Amin menceritakan pola pembinaan dan progresnya. Dan saat ini sudah mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara di dunia. Sementara khusus untuk sektor pariwisata, dijelaskan Amin, posisi wisata Ijen dikelola oleh pemerintah pusat. Tetapi potensi investasi terbuka untuk wilayah Bondowoso. “Karena Bondowoso menjadi salah satu jalur masuk ke Kawah Ijen, dan banyak wisata lain yang ada di Bondowoso,” ujarnya. 

Untuk memperlancar proses investasi, pihak Pemkab Bondowoso juga menggandeng pihak Perhutani Bondowoso sebagai pemilik lahan. Adapun lahan yang sudah disiapkan sedikitnya kurang lebih tiga hektare. “Tetapi lahan itu akan terus berkembang sesuai kebutuhan pihak investor,” jelas Bupati Amin. 

Usai mendengarkan presentasi dari Bupati Amin, perwakilan dari  SR Group juga diajak untuk menikmati kopi Arabika khas Bondowoso Republik Kopi, di Cafe Pendapa Bupati. Selanjutnya melakukan survei lapangan.

Rencana investasi di Kabupaten Bondowoso itu adalah tindak lanjut dari enam belas investor Amerika Serikat (AS) yang bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Presiden untuk membicarakan investasi di Indonesia. Kunjungan tersebut juga diprakarsai oleh Hartadinata Harianto co-CEO SR, Kepala Konjen RI di New York Abdul Kadir Jailani, Winanto Adi, Kepala Konsul Ekonomi KJRI New York, dan didukung Erwin Haryono, Kepala Perwakilan BI New York, BKPM New York , BRI New York dan BNI New York.

Perlu diketahui,  SR Group yang berkantor pusat di New York tersebut telah melakukan beberapa kali kunjungan di Indonesia. Sebagai perusahaan raksasa dan organisasi swasta yang bergerak di bidang investasi, SR Group dinilai mampu menghasilkan peluang penambahan nilai dalam aset global, apalagi di Indonesia.

(jr/hud/aro/das/JPR)

Source link