”Slogan ini (Sekolahnya Para Juara) tidak asal comot. Dari tahun ke tahun SMKN 1 Purwodadi semakin berprestasi. Itu terlihat dari kejuaraan yang berhasil diraih,” ucap Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto.

Dari data yang ada, tahun 2015/2016 silam, SMKN 1 Purwodadi berhasil menyabet 15 kejuaraan. Kemudian tahun 2016/2017 meningkat menjadi 31 kejuaraan. Bahkan, 2017 sampai awal tahun ini, sudah menyabet 39 kejuaraan, baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

MAJU KE TINGKAT NASIONAL: Prastianingtyas Cahya Ratri berhasil menjadi juara tingkat provinsi dalam lomba LKS Bidang Floristry. Sebentar lagi dia akan maju ke tingkat nasional.
(INTAN SABRINA MAYLANI/RADAR KUDUS)

Keberhasilan itu tidak diraih dengan mudah. Butuh kerja keras dari semua pihak, baik guru, siswa, komite, dan wali murid. Semuanya bersinergi, sehingga berhasil meraih juara di sejumlah kejuaraan.

”Saya selalu menekankan ke siswa dan guru, makna juara bukan sekadar menang dalam setiap perlombaan. Saya membaginya menjadi tiga makna,” ucapnya.

Ketiga makna itu, pertama membentuk mental juara, tangguh, optimistis, dan pemberani. Kedua, mampu menjuarai dalam berbagai even kejuaraan. Ketiga, menjadi juara setelah lulus. ”Juara setelah lulus dimaksudkan, mereka bukan hanya meraih prestasi saat di sekolah saja. Tapi setelah mereka bekerja, siswa tersebut tetap tangguh,” ungkapnya.

Begitu juga ketika siswa meneruskan kuliah, mereka mampu berprestasi di kampusnya. Adapun yang memilih berwirausaha, akan menjadi pengusaha yang sukses.

Sukamto menambahkan, suksesnya slogan tersebut tak akan ada apa-apanya jika para guru tak gencar melatih mental anak didiknya. Baginya, pembentukan karakter menjadi hal utama. ”Untuk itulah para guru sigap melakukan pembinaan pendampingan setiap ada perlombaan,” tegasnya.

Sementara itu, prestasi di kancah provinsi hingga nasional kerap diraih SMKN 1 Purwodadi. Bahkan, pada 8-10 Mei nanti, Prastianingtyas Cahya Ratri, siswa kelas X akan berangkat ke Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam lomba LKS SMK Bidang Floristry tingkat nasional.

Menurut siswa Jurusan Jasa Boga ini, kali pertama dia bisa mewakili sekolah di perlombaan tersebut pada Februari lalu. Di mana dia diberi kesempatan untuk bersaing dengan satu temannya untuk merangkai bunga.

”Saat itu disediakan bunga seadanya dari sekolahan. Lalu kami merangkainya. Baru ditentukan siapa pemenangnya yang nanti akan mewakili lomba. Ternyata saya yang  terpilih,” katanya.

Dari situ dia mulai aktif mencari referensi, mulai dari Youtube, orang tua, hingga diikutkan kursus selama dua hari di Semarang. Akhirnya, dia mampu menjadi juara I lomba LKS SMK Bidang Floristry tingkat provinsi. Prastianingtyas Cahya Putri berhasil menumbangkan empat pesaing lain.

Perempuan yang akrab disapa Putri ini pun melaju ke tingkat nasional. Dia semakin gigih dalam belajar. Putri juga dikursuskan selama 10 hari di Jakarta. Di ibu kota, banyak ilmu yang didapatkannya. Dari yang hanya hafal 10 jenis bunga, kini dia bisa menghafal 56 jenis bunga dan daun.

”Perlombaan ini juga yang pertama diadakan. Jadi memang harus maksimal. Nantinya saya akan merangkai enam jenis bunga. Antara lain body decoration, wreath, hand bouquet, room decoration, object design, dan pot plan,” ungkapnya.

Dia mengaku siap bersaing dengan lawannya, meski ia merasa memiliki kendala dalam berimajinasi. ”Kendalanya, saya kurang bisa berimajinasi. Namun sekarang saya terus berlatih untuk menghafal macam-macam dekorasi hingga tone warna. Perbanyak melihat referensi sehingga nanti ide bisa muncul dengan sendirinya,” harapnya.

 Tak hanya siswa yang meraih prestasi, para guru di SMKN 1 Purwodadi juga kerap membawa pulang tropy kejuaraan. Bahkan, saat ini ada guru yang bersiap mengikuti lomba guru berprestasi di tingkat nasional pada 3-8 Mei mendatang. Setelah sebelumnya berhasil menjadi juara di tingkat provinsi.

Guru tersebut bernama Nunuk Budi Kartiningsih, guru kewirausahaan. Sebelumnya dia mengikuti seleksi di tingkat provinsi dan menjadi juara II. Kemudian, juara I, II, dan III diminta maju ke tingkat nasional. Sehingga, Nunuk pun ikut berangkat ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal Mei ini.

Prestasi yang ditunjukkan guru tersebut merupakan buah dari penanaman mental yang terus dibentuk di SMKN 1 Purwodadi. Sehingga mampu memunculkan siswa dan guru yang berjiwa juara.

”Saya sudah hampir 16 tahun mengajar kewirausahaan. Pelajaran ini membuat saya dituntut memiliki kreativitas dan inovasi. Hal itulah yang membuat menarik proses belajar mengajarnya,” ujar Nunuk Budi Kartiningsih.

Dia juga dituntut untuk mulitalenta. Sebab dia harus bisa dalam berbagai hal. Terkadang dia harus mengajar memasak, hingga bidang kewirausahaan lain yang bisa dipraktikkan. ”Saya juga pernah kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Grobogan. Saat itu kerja sama membuat jenang dodol,” imbuhnya.

Nunuk juga sempat membawa SMKN 1 Purwodadi di berbagai kejuaraan. Diantaranya, pernah membimbing siswanya juara I lomba sampah R3 yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup. Kemudian juara I pengolahan limbah di Unnes. Bahkan dia juga pernah membuat buku panduan praktik kerajinan bahan lunak.

(ks/int/lil/top/JPR)