Ali Said, salah satu warga setempat mengatakan, debit sungai meninggat sejak sekitar pukul 07.00 kemarin. Hanya sekitar 3 jam, air sudah meluber ke jalan yang menghubungkan Desa Jangkungkusumo-Desa Maduran. Sebab, salah satu tanggul Bengawan Solo jebol. ‘’Saat ini, akses jalan tersebut tidak bisa di lalui. Sehingga warga harus berputar arah melintas jalan lain yang lebih jauh,’’ katanya.

Selain memutus arus lalu lintas, banjir juga meremdam tanaman padi seluas 45 hektar (ha) milik petani di dua desa tersebut.‘’Tahun lalu, tanggul pernah jobol. Namun para petani tak khawatir karena sudah ikut asuransi. Namun sekarang belum tahu apakah mereka masih ikut asuransi atau belum, karena belum bertemu dengan kelompol taninya,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Prapto menjelaskan, tanggul yang sering disebut warga sekitar tanggul wedok ini jebol karena tidak kuat menahan derasnya arus sungai. Sebab, tanggul itu baru saja diperbaiki sehingga tanahnya belum terlalu kuat.

Terakit kondisi itu, pihaknya sudah mengecek dan berkordinasi dengan dinas terakit. ‘’Saat ini, tanggul belum bisa diperbaiki mengingat debit air masih tinggi,’’ katanya.

Menurut Prapto, debit bengawan solo tinggi bukan hanya disebabkan hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir. Namun, juga mendapat kiriman dari luar kota. Seperti dari Bojonegoro, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Magetan dan Solo. 

(bj/jar/mal/haf/faa/JPR)

Source link