PASURUAN – Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Pasuruan, ternyata juga berdampak negatif pada infrastruktur jalan. Sedikitnya, 30 kilometer jalan rusak karena intens dilewati kendaraan proyek.

Proyek yang dimaksud di antaranya, pembangunan SPAM Umbulan; proyek pembangunan jalan tol Gempol-Pasuruan (Gempas); serta pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro).

Hal itu disampaikan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, saat ditemui setelah salat Jumat (26/1). “Setelah kami lakukan inventarisasi, jalan yang rusak akibat dua proyek besar itu ada 30 kilometer. Dari jalan rusak itu, tersebar dari ujung barat hingga ujung timur Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

Gus Irsyad – sapaan akrabnya – menjelaskan, dari sekitar puluh kilometer itu, kerusakannya bervariasi. Paling parah kerusakannya sekitar 25 persen. Ada juga yang 15 persen hingga 18 persen. Karenanya, pemkab meminta kepada pelaksana proyek untuk bertanggung jawab memperbaiki kerusakan jalan itu.

“Yang pasti, kami akan terus berupaya agar pihak terkait melakukan perbaikan di jalan yang rusak. Karena ada proyek besar itu, jalan di Kabupaten Pasuruan terkena dampaknya,” jelasnya. Rencananya, Gus Irsyad akan menyampaikan kerugian kerusakan jalan itu pada 29 Januari mendatang.

Salah satu jalan rusak akibat kendaraan proyek adalah jalan di jembatan yang ada di Jalan Raya Grati, Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Jalan tersebut ambrol. Kendati tidak ada korban, namun jembatan tersebut membahayakan pengendara jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, jalan di jembatan yang ambrol itu lebarnya sekitar 2×1 meter. Eko Bagus, kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan juga membenarkan bahwa ambrolnya jembatan di Gratitunon tersebut lantaran tingginya mobilitas kendaraan berat yang mengangkut material jalan tol.

Source link