“Inti dari decoupage adalah kerajinan atau bentuk seni yang memerlukan potongan-potongan bahan, biasanya kertas yang ditempel pada objek dan kemudian dilapisi dengan pernis atau pelitur,” ungkap Dwi Ariyani Creative Manager Creative Corner saat ditemui dalam Japanese Doll Decoupage Workshop di Grand City Mall, Minggu (14/1).

Ari, sapaan akrabnya, mengatakan seni decoupage dapat dilakukan pada berbagai media, seperti kayu, kayu olahan atau medium density fiberboard (MDF), kaca, plastik hingga kaleng bekas.

“Bahkan, kita dapat memanfaatkan barang-barang atau perabot rumah yang sudah tidak terpakai. Tetapi, media yang paling cocok dan recommended adalah MDF. Selain ringan, MDF mempunyai permukaan yang halus serta mudah dibentuk sesuai dengan pola gambar,” ujarnya.

Sementara itu, alat dan bahan yang digunakan dalam mendukung seni decoupage diantaranya, kertas bergambar, paper tissue, cat, lem, kuas, gunting, pernis hingga mozaik gel.

Untuk menambahkan kesan artistik, digunakan pernis dan mozaik gel. Dalam hal ini, mozaik gel juga dapat berfungsi untuk menghasilkan efek timbul dan halus, seperti halnya permukaan pada keramik

“Untuk mendapatkan proses finishing yang maksimal, pernis harus dilakukan secara berulang paling tidak tiga kali oles. Ini juga ditujukan agar mozaik gel dapat menempel dengan baik dan tidak meninggalkan bekas,” tuturnya. (mif/nur)

(sb/mif/jek/JPR)