Rusma Barata kini dapat bernapas lega. Pria pari baya ini tak lagi kesulitan merekrut kalangan pemuda bergabung dengannya. Melestarikan kesenian tradisional jatilan.

”Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya semakin terbangun,” tutur Rusma di sela pentas seni jatilan di Dusun Jogonalan lor, Tirtonirmolo, Kasihan, Minggu (24/8).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan 17 tahun silam. Koordinator Lapangan Jatilan Turonggo Arum Kusumo ini menceritakan, saat itu sangat sulit merekrut bibit-bibit pemain jatilan. Jangan kan anak muda, kalangan orang tua pun sulit. Hal itu disebabkan rendahnya minat masyarakat.
”Dulu masyarakat kurang peduli,” kenangnya.

Rusma tak mengetahui persis perubahan animo masyarakat ini. Kendati begitu, dia menengarai perubahan ini dipicu kepedulian pemerintah terhadap pelestarian kesenian tradisional. Persisnya sejak lahirnya undang-undang keistimewaan (UUK).

”Pemerintah saat ini, tak terkecuali Pemkab Bantul mengakomodasi setiap kegiatan yang kami lakukan,” tuturnya.

Anggota DPD RI Hafidh Asrom menegaskan, salah satu perhatian UUK adalah budaya. Karena itu, pemerintah wajib andil dalam pelestarian berbagai kesenian tradisional dan kebudayaan.

”DPD RI punya komitmen untuk melestarikan budaya dan kebudayaan di Jogjakarta, khususnya di Bantul,” tegasnya.

Hafidh menekankan, danais bisa digunakan untuk melestarikan budaya. Mulai dari memfasilitasi peralatan, pelatihan, sumber daya manusia, hingga tokoh-tokohnya. Karena itu, pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten seharusnya mendukung setiap kegiatan kebudayaan di masyarakat.

Mengacu data Dinas Kebudayaan (Disbud0 Bantul, ada sekitar 1200 kesenian yang terdaftar di Bantul. Mulai dari jatilan, reog, karawitan, pedalangan, tari, keroncong, hingga ketoprak. Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Sunarto mengungkapkan, angka ini tergolong masih jauh dari data riil keseniandi Bumi Projotamansari.

”Masih ada kesenian-kesenian yang belum terdaftar di inventaris kami,” tuturnya.

Kendati demikian, dia mengapresiasi pertunjukkan jatilan kemarin. Sebab, regenerasi pelaku kesenian jatilan telah berjalan. Dengan kunjungan anggota DPD RI, Sunarto berharap para seniman dapat nail level pentas ke kancah nasional maupun internasional.

“Kami sudah berupaya memberikan fasilitas berupa workshop dan festival untuk menunjang eksistensi kesenian di Bantul,” tambahnya.

(rj/jpr/ong/JPR)

Source link