Hal tersebut diungkapkan oleh Imron Muhadi, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan. Ia mengatakan, jelang bulan ibadah haji memang akan berpengaruh kepada permintaan rekom umrah.

“Karena pada bulan ibadah haji, ibadah umrah dipastikan ditutup. Termasuk, satu bulan setelahnya. Sehingga, saat ini sudah terasa bahwa permintaan rekom sudah menurun drastis,” jelasnya.

Dari data Kemenag Kabupaten Pasuruan, sepanjang 2018 sampai akhir Mei ini terdata ada 433 pengajuan. Nah, permintaan paling rendah adalah pada Mei yang hanya ada 36 pengajuan.

Pengajuan Mei ini sendiri justru lebih banyak untuk pemberangkatan ibadah umrah setelah musim haji atau akhir tahun mendatang. Selain lebih menurun, Kemenag mencatat dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah permintaan umrah juga menurun. 

Tahun lalu, sampai Mei mencapai 607 permintaan rekomendasi. Sementara sampai Mei 2018 hanya 433 pengajuan.

“Itu pun tahun lalu baru Maret diaplikasikan dan sampai Mei ada 607, sedangkan di tahun ini dari Januari sampai Mei ada 433 pengajuan,” terangnya.

Imron mengatakan, kemungkinan ada penurunan pengajuan rekomendasi karena ada sebagian jamaah umrah yang sudah memiliki paspor. “Selain itu, juga tahun kemarin juga baru diaplikasikan, sehingga banyak yang berbondong mengajukan rekomendasi umrah dibandingkan tahun kedua pelaksanaan,” jelasnya. 

(br/fun/eka/fun/JPR)

Source link