SURABAYA – PT Pegadaian (Persero) mencatat adanya peningkatan tren gadai pada masa pasca Lebaran dan jelang masa tahun ajaran baru sekolah. Peningkatan transaksi Pegadaian mencapai 3-4 persen.

Transaksi tersebut didominasi oleh ibu rumah tangga, dan diprediksi akan terus meningkat hingga bulan Agustus mendatang. Kepala Kantor Wilayah XII PT Pegadaian Hermawan Aries Andi mengatakan, tren gadai barang seperti emas hingga perabotan elektronik pasca Lebaran mulai bergeliat kembali.

Dan jika dibandingkan dengan saat akhir Ramadan yang cenderung menurun. Menurutnya, hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang cenderung menebus barang gadaiannya. Namun, pasca Lebaran ini sudah mulai terlihat meningkat kembali.

“Selain itu, meningkatnya transaksi ini juga dipicu oleh momen yang mendekati masa tahun ajaran baru sekolah pada pertengahan Juli mendatang. Akan ada dampaknya, walaupun tidak terlalu signifikan,” jelasnya di Kantor Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Jumat (6/7).

Selain itu, tren kenaikan seperti ini sudah biasa terjadi pada masa pasca hari raya. Apalagi saat ini berbarengan dengan tahun ajaran baru sekolah, yang pastinya tingkat kebutuhan rumah tangga juga akan meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya nasabah pegadaian yang mengajukan gadai yang didominasi oleh ibu rumah tangga, dengan jumlah pengajuan paling banyak dari golongan a dan b dengan kontribusi mencapai lebih dari 60 persen.

“Dimana nasabah yang disebut nasanah level a ialah mereka yang mengajukan gadai dengan nilai Rp 50.000 hingga Rp 500.000. Sedangkan nasalah level b, mereka yang mengajukan gadai dengan nilai Rp 550 ribu hingga Rp 5.000.0000,” terangnya.

Hermawan menjelaskan, barang yang mendominasi digadaikan, adalah emas. Disusul perabotan elektronik lainnya seperti laptop, handphone, dan televisi. Menurutnya, golongan a dan b ini hampir jumlahnya mencapai 60 persen dan yang paling sering menggadaikan barang.

“Emas ini paling dominan yakni 95 persen. Sisanya, ya perabotan elektronik itu. Dan itu, menurut data internal kami sekitar 70 persen adalah ibu rumah tangga. Kalau, bapak-bapak itu lebih memilih gadai lewat aplikasi,” jelasnya.

Hingga akhir tahun ini, Pegadaian Kanwil XII Surabaya mentargetkan dapat menggaet 125 ribu nasabah baru. 

Selain itu, pihaknya juga berharap penyaluran kredit secara year-on-year bisa meningkat hingga 17 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 5 persen.

“Nah, untuk memperoleh nasabah baru itu kami lakukan penetrasi terus kepada masyarakat untuk menunjang pertumbuhan kredit di semester kedua ini. Sehingga, ke depan hingga akhir tahun perolehan penyaluran kredit sesuai dengan apa yang kita canangkan,” pungkasnya. (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)