Api menyambar tiga orang, salah satunya warga negara asing (WNA) asal Jepang, sebagai pemilik jet sky tersebut.

Menurut informasi, peristiwa terbakarnya jet sky di kawasan wisata tersebut saat dua orang mekanik Made Susila Dharma dan Husein memperbaiki jet sky yang rusak.

Tiba – tiba muncul percikan api dan membakar sebagian jet sky. Sayangnya, minim informasi dari pihak pengelola vila mengenai informasi tersebut.

Yang pasti, jet sky masih ada di luar  vila dan jadi tontonan warga. Terbakarnya jet sky tersebut dibenarkan Perbekel Desa Perancak I Nyoman Wijana.

Menurutnya, dari informasi yang diperoleh awalnya kerusakan mesin jet sky, kemudian pemiliknya, Toyamana Sang, memanggil dua teknisi untuk memperbaiki di pinggir sungai dekat villa.

Setelah diperbaiki dan dicoba saat itulah mengeluarkan percikan api. Percikan api dari jet sky saat kedua mekanik sedang memperbaiki mesin jet sky yang rusak bersama pemilik jet sky.

Ketiganya tersambar api dan mengalami luka bakar. ”Percikan api dari bagian mesin dan tempat bahan bakar yang langsung menyambar tangan dan wajah dua mekanik yang sedang memperbaiki dan pemiliknya,” jelas mantan polisi itu.

Ketiga korban kemudian dibawa ke RSU Negara. Kedua mekanik, hingga siang kemarin masih dirawat intensif di RSU Negara lantaran mengalami luka bakar serius di tangan dan wajah.

Sayang pihak keluarga korban enggan memberikan keterangan. Salah seorang dokter jaga di IGD RSU membenarkan ada tiga korban luka bakar di bagian wajah yang kini dirawat di RSU Negara.

Salah satu korban, Toyamana Sang sudah diperbolehkan pulang, karena mengalami luka bakar tidak cukup parah.

Sedangkan dua korban lain masih perlu mendapatkan perawatan lantaran mengalami luka bakar di bagian tangan dan wajah yang cukup serius.

“Pasien masuk kemarin malam (Sabtu malam), dua orang masih dirawat di ruang VVIP, satu pasien sudah pulang,” kata dokter Adi Prastama. 

(rb/bas/mus/mus/JPR)

Source link