Booth yang berada di sebelah selatan pendapa Malawapati Bojonegoro itu telah terpasang satu set alat musik yang akan menyuguhkan musik-musik dangdut. 

Musik dangdut yang dikenal sebagai hiburan rakyat tersebut tentu menyedot banyak pengunjung ingin menyaksikan dan ikut berjoget bersama.

Uniknya, Om Debora itu merupakan grup musik dangdut dari SMAN 3 Bojonegoro.

Mereka rata-rata masih kelas 2 SMA, hanya ada satu pemain ketipung yang masih duduk di kelas 6 SD.

Salah satu personel Om Debora, Faris menjelaskan ada sembilan personel yang terdiri dari dua keyboard, dua vokalis, bass, rhythm, melody, drum/ketipung, tamborin.

“Saya keyboard 1, Rizza keyboard 2, Adit bass, Veto melody, Seta rhythm, Ananta drum, Versa dan Tri vokalis,” tuturnya.

Ada puluhan lagu-lagu dangdut yang hits dibawakan oleh mereka.

Talenta mereka juga didukung oleh bimbingan PG19 music studio.

Studio musik yang berada di Jalan Lisman tersebut juga memfasilitasi alat-alat musik mereka untuk digunakan main di berbagai tempat.

“Alhamdulillah dibimbing dan difasilitasi oleh mas Guntur dari PG19,” ujarnya.

Mereka pun siap diundang di berbagai acara untuk menghibur dengan sajian musik dangdut.

“Kami sudah pernah main di Bukit Tono, acara di Jalan Rajawali, Festival Salak Wedi 2018, dan juga pernah main di sekolah,” jelasnya. 

Saat menghibur di CFD Alun-alun Bojonegoro, banyak juga pengunjung yang me-request lagu kepada Om Debora.

Contohnya seperti lagu-lagu dangdut masa kini yang terkenal Jaran Goyang, Bojoku Galak, Sayang, dan masih banyak lagi.

Selain itu, beberapa pengunjung juga sedang menikmati membaca harian pagi Jawa Pos Radar Bojonegoro. 

(bj/gas/nas/bet/yqn/JPR)

Source link