Tak lama kemudian, seorang pria muda mengenakan batik warna merah dan celana kain warna hitam menghampiri dengan ramah. Dia adalah Anang Hariyanto, pria muda yang memenangkan Juara 1 kompetisi Kubus Rubik Terbuka di Kediri pada Desember 2017 lalu. Tak tanggung-tanggung, dia memboyong juara 1 di tiga kategori sekaligus.

Pria yang masih berusia 21 tahun itu kini sedang sibuk menjadi tenaga honorer di Pemkab Bojonegoro. Sehingga, menyesuaikan jadwal istirahatnya ketika akan bertemu dengannya. Anang, sapaan akrabnya, mengatakan sudah menggeluti hobi bermain kubus rubik sejak 2013 silam. Sejak dia masih duduk di bangku SMP, dia tertarik bermain kubus rubik setelah melihat seorang kawannya yang sudah jago memainkannya.

Anang pun bersemangat bermain kubus rubik. Butuh kecerdasan dan ketangkasan untuk memainkannya, selain membutuhkan rumus untuk memecahkan teka-tekinya. “Awalnya suka karena lihat teman main kubus rubik, terus belajar hingga sekarang,” ujar alumni AKN Bojonegoro jurusan Teknik Informatika 2017.

Ketika proses belajar, Anang jarang menemui kawan yang sehobi dengannya. Bahkan, di Bojonegoro tidak ada komunitas yang mewadahi hobinya tersebut. Minimnya pehobi kubus rubik tak membuat semangatnya menurun. Dia pun bergabung di grup komunitas kubus rubik di media sosial se-Indonesia, sehingga memeroleh banyak kawan dan wawasan, meski hanya di dunia maya. 

Awalnya dia belajar menggunakan kubus rubik harga Rp 20 ribuan, lalu beli yang harganya Rp 70 ribu. Ketika sudah lama belajar dan merasa mahir, kebosanan pun menghinggapinya. Sehingga, salah satu cara untuk mengatasinya ikut kompetisi.

“Karena di sini sepi pehobinya, mungkin banyak yang main kubus rubik tapi hanya sekadar main, tidak terpikirkan untuk membuat komunitas, sehingga saya pun ingin mengatasi kebosanan dengan cara ikut kompetisi,” terangnya.

Pria asal Karangpacar Kota Bojonegoro itu pun mengawali ikut kompetisi pada 2014, tepatnya saat masih duduk di kelas 11 SMA. Kompetisi pertama yang dia ikuti saat itu di Madiun dan belum bisa mendapatkan juara. 

Dari kompetisi perdana tersebut, Anang terus banyak belajar dan lebih tenang ketika sedang kompetisi. Karena permainan teka-teki kubus rubik sangat mengutamakan ketenangan dan fokus. “Saya pun belajar terus setelah kompetisi perdana, tapi karena pada 2015 sudah kelas 12, saya rehat dulu ikut kompetisi, sebab ingin fokus sekolah,” tuturnya. Setelah lulus sekolah, dia pun masih belum tertarik mengikuti kompetisi karena juga butuh modal kuliah. 

Dia pun butuh kuliah dan kerja paruh waktu untuk memiliki tabungan yang bisa dimanfaatkan untuk ikut kompetisi. Hingga akhirnya, pada 2017 lalu, Anang kembali ikut berbagai kompetisi untuk mengetes kembali kemampuan yang selama ini terus dia kembangkan. Dalam setahun lalu, Anang mengikuti tiga kompetisi di wilayah Jawa Timur. 

Pada Juli 2017, Anang berkompetisi di Tulungagung memeroleh juara 3 kategori 3x3x3. Selanjutnya pada November 2017, ikut kompetisi Jawa Timur Open di Madiun mendapat juara 3 kategori 3x3x3 dan one handed. “Lalu, kompetisi terakhir yang saya ikuti pada Desember 2017 lalu di Kediri, saya menyabet juara 1 di tiga kategori di antaranya 3x3x3, one handed, dan 4x4x4,” jelasnya.

Dia mengikuti kompetisi tersebut benar-benar menggunakan modal sendiri. Tetapi bukan menjadi halangan bagi dia, karena dia juga senang bisa mengenal banyak kawan dari luar kota. Bahkan, saat kompetisi di Kediri, ada sekitar 45 kompetitor yang berhasil dia kalahkan.

Empat diantaranya merupakan warga Malaysia yang juga ikut kompetisi terbuka tersebut. “Sebenarnya, kompetisi tersebut bisa dibilang tingkat provinsi atau juga bisa dibilang internasional, karena memang terbuka kompetisinya dan terdaftar dalam World Cube Association,” terangnya.

Berdasarkan pengalamannya tersebut, Anang pun ingin membuat komunitas yang sudah ia rintis sejak Oktober 2017 lalu. Dia pun memulai mencari anggota komunitas dengan menyosialisasikan kubus rubik setiap Minggu di car free day (CFD) Bojonegoro.

Kata dia, sudah ada empat orang yang bergabung dan nama komunitasnya ialah Bojonegoro Speed Cuber. “Komunitas tentunya biar bisa jadi wadah bagi yang suka bermain kubus rubik, saling berbagi wawasan dan trik bermain kubus rubik,” tuturnya. Anang pun masih ingin mempertajam torehan waktunya saat menyelesaikan teka-teki kubus rubik. “Target sih ingin memecahkan rekor sendiri yakni menyelesaikan teka-teki kubus rubik di bawah 10 detik,” pungkasnya.

(bj/ch/gas/nas/bet/JPR)

Source link