Sejak awal Januari lalu, PJSI Banyu­wangi sudah mulai melakukan pe­mu­satan latihan (TC) untuk sekitar 20-an atlet yang akan disiapkannya untuk kejuaraan tersebut. Lokasinya pun sengaja di buat berbeda. Ketua PJSI Banyuwangi Hari Pusdika mengatakan jika lokasi TC sengaja dipencar agar atlet tidak mengalami kejenuhan saat berlatih.

Di antaranya di Taman Blamba­ngan, Pantai Boom, dan kolam renang yang ada di sekitar wilayah kota. ”Bi­asanya TC kita hanya di dojo saja. Anak-anak sepertinya menjadi jenuh kalau di satu tempat apalagi tertutup. Karena itu untuk latihan fisik dan teknik yang ringan kita laksanakan di tempat terbuka (outdoor),” terang Dika.

Sementara ini, dia menambahkan ada sekitar 20-an atlet yang rajin me­ngikuti TC. Akan tetapi menurut Dika, jumlah itu akan direduksi sesuai de­ngan kebutuhan kejuaraan dan sesuai dengan perkembangan teknik dari para atlet. Mereka yang dianggap me­miliki grafik yang bagus, akan di­masukkan dalam tim yang akan diberangkatkan ke dojo Festival.

Untuk mempercepat proses TC atlet, Dika juga mengatakan jika frekuensi latihan dalam TC terus ditingkatkan. Dari yang awalnya hanya tiga kali seminggu kini Judah menjadi empat kali dalam seminggu.

”Untuk program TC sudah dibuat oleh pelatihnya Pak A. Zayun. Lalu untuk fisik atlet kita siapkan pelatih pendamping, yaitu Imam Royani dan Ce Vero. Sebagian atlet yang akan diturunkan adalah pemenang di Kejurkab Judo akhir tahun lalu tapi sisanya kita lihat dari TC ini. Festival ini nanti diikuti atlet pelajar usia sekolah dasar dan SMP,” tan­dasnya. (*)

(bw/fre/rbs/JPR)

Source link