Menurut Dwiyanto, kuota CJH setiap tahunnya selalu berubah, sesuai jumlah yang mendaftar. Termasuk tahun ini, juga bisa berkurang atau bahkan bertambah. Akan berkurang jika dari 477 CJH itu tidak bisa melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), sehingga harus diberangkatkan tahun berikutnya. Atau CJH memutuskan berangkat tahun berikutnya, bertujuan ingin berangkat bersama istri atau keluarganya.

Sedangkan CJH bisa bertambah, lanjut dia, jika ada CJH asal Blora yang masuk CJH cadangan, selanjutnya mendapatkan kesempatan mengisi kursi kosong. ‘’Tapi untuk cadangan itu biasanya diprioritaskan untuk CJH yang lansia,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, kalau ada kursi kosong di Blora, tidak bisa diisi begitu saja oleh CJH asal Blora. Tetapi harus melihat antrean di provinsi. Selanjutnya diisi dari pendaftar di bawah CJH yang gagal berangkat tersebut. Kebanyakan diisi CJH kabupaten lain.

Menurut dia, CJH yang sudah mulai melakukan proses pelunasan, kini mulai melakukan pengurusan paspor. “Sedangkan CJH yang baru mendaftar tahun ini baru akan diberangkatkan 21 tahun lagi. Jumlah CJH yang antre diberangkatkan mencapai 30.225 orang,” ungkapnya.

(bj/fud/feb/faa/JPR)

Source link