“Tahun lalu tercatat sekitar 51 kejadian. Jumlah ini menurun menjadi 49 kejadian, selama akhir pertengahan Mei. Persentasenya sekitar 3,92 persen,” jelas Kanitlaka Satlantas Polres Kediri Iptu Roni Robi.

Dari kejadian laka lantas didominasi sepeda motor. Faktornya karena lengah atau lalai saat mengendarai di jalan. “Kebanyakan mereka tidak mematuhi tata tertib berlalu lintas,” ujar Roni.

Untuk mengantisipasi kecelakaan, satlantas telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya selalu updating blackspot. Kemudian mengarahkan patroli dan giat pada black spot. Melakukan rekayasa lalu lintas, mulai pemasangan rambu rawan laka dan sosialisasi yang tepat tentang cara mendahului, cara membelok, dan berhenti.

“Memberitahu mengenai batas kecepatan pada remaja. Dan tidak hanya mengandalkan tingginya dakgar (penindakan pelanggaran),” jelas Roni. Selain itu, petugas juga memasang banner imbauan pada setiap tempat kejadian perkara (TKP) yang menyebabkan korban meninggal di lokasi.

Petugas satlantas juga memberikan pembekalan. Ini bertujuan untuk membantu fungsi pendidikan lalu lintas dalam memberikan tentang etika cara berlalu lintas. Selain itu, juga menggunakan sarana tempat latihan praktik SIM 3 pilar yang ada di 284 desa di seluruh Kabupaten Kediri. Sebagai tempat penyuluhan. Setiap pelaksanaan Bhabinkamtimas, kades maupun babinsa mengarahkan masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Kami juga meningkatkan kegiatan preventif, maupun penegakan hukum pada lokasi black spot,” tegas Roni. Petugas laka lantas juga senantiasa berkoordinasi dengan instansi dalam hal penanganan korban kecelakaan. Sehingga dapat meminimalisasi fatalitas korban meninggal dunia. 

(rk/*/die/JPR)

Source link