KACA PECAH: Mobil milik Telkomsel yang bagian depan kacanya dipecah gerombolan pengendara motor.
(Zainal Arifin/ Radar Bromo)

KANIGARAN-Aksi pelemparan kaca mobil masih meneror pengguna jalan di Probolinggo. Kamis petang (4/1), mobil milik Distributor PT Telkomsel dihadang segerombongan pengendara motor dan kacanya dipecah dengan dilempar batu. 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi penghadangan gerombolan pemuda itu dilakukan Kamis (4/1) sekitar pukul 15.45. 

Saat itu, mobil operasional milik Telkomsel N 1727 MD itu disopiri Prasetia Aji, 28. Di dalamnya juga ada Bambang Sri P, 37 dan Andre, 29. 

Bambang, salah satu penumpang mobil mengatakan, saat itu mobil warna merah tersebut melaju dari timur ke barat di Jalan Pahlawan. Mobil itu berniat belok ke arah jalan Cokroaminoto. 

Saat hendak belok, di depan mobil itu melaju motor Ninja warna hijau yang melaju pelan. Posisi motor tersebut berada sedikit ke tengah. 

Lantaran laju motor cukup lambat, mobil itu pun berupaya menyalip motor dari sisi kanan. Namun, belum juga berhasil disalip, mobil itu dikejar dan dihentikan pengguna motor Ninja. 

“Padahal jarak saat kami menyalip jauh. Kami juga tidak mepet sama sekali. Tiba tiba motor ninja itu, langsung belok kanan di depan mobil kami. Otomatis mobil kami berhenti,” terang Bambang. 

Selanjutnya pria yang ada di motor itu langsung turun dan menghantam kaca depan mobil hingga pecah. Tak lama setelah itu, gerombolan motor yang rata rata ditunggangi oleh remaja juga berhenti dan memukuli kaca samping mobil. Namun, kaca di bagian samping mobil itu tak ada yang pecah. Hanya bagian depan saja. 

Usai memecahkan kaca depan mobil, para pelaku lantas kabur. “Kebetulan pas saat itu ada ada buser yang lewat. Jadi, sekelompok pemotor itu langsung lari berhamburan,” terangnya saat dijumpai di Mapolresta.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Pujiyono mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Ia juga belum bisa memastikan apakah kejadian sore itu satu pelaku yang sama yang ada di depan SMKN I. “Kami masih menyelidikinya,” katanya. 

(br/rpd/mie/mie/JPR)

Source link