Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Trenggalek kembali membuktikan eksistensi dan kreativitasnya lewat karya ilmiah beberapa waktu lalu. Berjudul Pemanfaatan Kulit Ari Kedelai sebagai Bahan Makanan Ringan, diteliti oleh tiga orang siswa bernama Dimas Yordha Putra Bimantara, Hindun Widiastuti, dan Winda Ashnaful Ma’rifah dari kelas XI MIPA 2. Penelitian dilakukan selama satu bulan, dibimbing oleh ibu Riva Artanti S.Pd selaku Pembina KIR MAN 1  Trenggalek. Karya tersebut dilombakan dalam lomba karya tulis ilmiah nasional yang diadakan oleh Universitas Islam Kadiri.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan para peneliti muda tersebut untuk mengurangi limbah Industri olahan kedelai di Trenggalek. Sebab, Trenggalek memang terkenal sebagai produsen olahan kedelai yang berupa tempe keripik. Kegiatan produksi tempe keripik tersebut sering menghasilkan limbah yang berupa kulit ari. Dari situlah para peneliti muda tersebut membuat inovasi baru yang mana kulit ari tersebut disulap menjadi tepung sebagai campuran untuk membuat makanan ringan.

Dari berbagai data yang ditemukan oleh para peneliti tersebut, ditemukan bahwa kulit ari kedelai diketahui mengandung protein dan energi yang cukup tinggi sehingga aman jika dikonsumsi. Percobaan dilakukan dengan beberapa bahan-bahan, yakni kulit ari kedelai, tepung terigu, bawang putih, ketumbar, garam, air, daun bawang, dan minyak. Sedangkan alat-alatnya berupa blender, baskom, wajan, dan kompor.

Cara untuk membuat produk ini, pertama-tama kulit ari dikeringkan, setelah kering kemudian diblender agar berbentuk tepung. Langkah selanjutnya menghaluskan bawang putih, garam, dan ketumbar. Bumbu yang telah dihaluskan lalu dicampur dengan tepung kulit ari dan tepung terigu dalam baskom. Adonan tersebut diuleni hingga kalis dan diamkan selama 10 menit. Setelah kalis, kemudian dibentuk dan dicetak panjang-panjang. Selanjutnya dilumuri dengan tepung terigu dan goreng hingga bewarna kecokelatan.

Rasa dari makanan ringan ini tidak kalah dari makanan ringan pada biasanya. Selain menghemat biaya, penggunaan tepung kulit ari ini juga bermanfaat bagi pengurangan limbah organik dan termasuk dalam usaha mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam.

Para peneliti muda yang diketuai oleh Dimas tersebut berharap agar karya ilmiah yang mereka hasilkan mampu bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam Indonesia. ”Kami juga berharap agar karya tulis yang kami hasilkan mampu menginspirasi peneliti-peneliti muda lainnya untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik lagi di masa depan,” ucap Dimas. (*)

(rt/ang/ang/JPR)