Ibu muda berusia 31 tahun ini menceritakan, putrinya saat ini mengidap penyakit brain stem glioma atau tumor di batang otak. “Awalnya, dia sering oleng atau pusing saat berjalan. Lama-lama jalannya juga tidak seimbang. Kurang lebih tiga bulan dia pincang-pincang. Sekarang ini, tumor batang otak yang diderita anak saya ini memang ukuran kecil, hanya saja dampaknya seperti stroke ringan,” urai Yustina.

“Sekarang saja, di lengan dan kaki bagian kiri sudah tidak bisa bergerak dan bahkan sudah tidak bisa berjalan. Ya sekarang hanya bisa duduk saja,” sambung dia.

Penyakit tersebut, menurut tim dokter yang sempat memeriksa kondisi Marqueen ini adalah salah satu jenis penyakit langka. “Kata dokter bisa dioperasi, namun resikonya lebih besar. Karena penyakitnya langka, kemungkinan kecil tidak akan selamat,” tuturnya sambil menahan perih.

“Makanya saya dan keluarga memutuskan untuk tidak mengambil langkah operasi dan cukup lewat konsultasi rutin di RS Sanglah, Denpasar saja,” imbuh Yustina.

Selama kurang lebih 3 bulan, setelah rutin berobat di RS tersebut, Yustina lebih memilih mencari sendiri nformasi tentang cara pengobatan demi mengatasi penyakit yang di alami anaknya. “Akhir-akhir ini memang kami sudah tidak pernah kontrol lagi di RS. Rencananya awal tahun depan, untuk kontrol kembali. Tapi itu tadi, hanya sekadar untuk kontrol, masih belum ada obat yang pasti untuk bisa mengatasi pertumbuhan tumor di batang otak anak saya,”

“Kalau pun kami mengambil langkah operasi juga, belum tentu bisa diangkat semua tumor yang tumbuh di batang otak. Dan setelah itu sepertinya harus dilanjuti dengan kemoterapi. Tapi umurnya masih belum bisa untuk mengikuti proses kontrol seperti itu,”ungkap Yustina pasrah.

Dengan hati yang gundah, Yustina mengaku tengah bingung mencari obat dan seperti apa cara penanganan yang paling tepat untuk buah hatinya. Ia juga sangat berharap ada informasi atau pun bantuan yang bisa menemukan pengobatan terbaik.

“Kalau selama ini cara saya untuk mencegah keganasan, pakai obat herbal saja untuk sementara. Itu pun saya temukan informasi dari internet. Ya, kita lihat seperti apa perkembangan ke depan. Akan tetapi, jujur saja, saya masih bingung mau mencari pengobatan yang tepat untuk anak saya. Apalagi dari RS sendiri tidak ada resep obat, karena memang sakitnya langka,” tutupnya. 

(bx/vir/aim/JPR)

Source link