Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana mengatakan, Optiani diajak ke Bulungan oleh teman pria yang dikenalnya lewat media sosial (medsos) facebook. Tak dijelaskan identitas pria yang mengajaknya itu. Pun demikian dengan hubungan antara keduanya. “Nanti saja ya,” kata Kapolres Ardana saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group), Jumat (9/2). 

Sedangkan Kapolsek Selat AKP I Gede Sudartawan menjelaskan,  Optiani diamankan Polres Bulungan  berdasarkan koordinasi Polres Karangasem dengan polres setempat.

“Setelah dijemput Polres Karangasem baru  bisa tahu kronologisnya. Untuk saat ini baru dipastikan dia sudah diamankan di Polres Bulungan,” jelas Sudartawan.

Polisi dengan tiga balok di pundak itu menegaskan, keberadaan Optiani terlacak di sana setelah sempat mengirim pesan singkat kepada ibu kandungnya. Dia meminta ibunya menjaga anak semata wayangnya hasil pernikahan dengan Tame Arta. Anak perempuannya baru berusia 7 tahun. 

“Nomor telepon itu dilacak cyber crime, kemudian didapatkan informasi berada di Bulungan, selanjutnya koordinasi dengan polres di sana,”  terang Sudartawan. “Dengan siapa dia ke sana, itu nanti lah,” imbuh Sudartawan.

Dihubungi terpisah, Perbekel Amertha Buana I Wayan Suara Arsana mengakui pihak keluarga Optiani sudah mengetahui informasi itu. “Biarkan dulu polisi bekerja, sama siapa dia ke sana nanti pasti ketahuan,” ujar Suara Arsana.

Seperti diketahui, Optiani menghilang sejak 14 Januari 2018. Lama tak kunjung pulang, sang suami Tame Arta melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Selat, Selasa (6/2) lalu. Sebelum menghilang, Optiani disebutkan sering kerja lembur sebagai kasir di sebuah usaha galian C di Desa Sebudi.  Kepada Suara Arsana, Tame Arta mengaku tak pernah cekcok sebelum akhirnya Optiani meninggalkannya. 

(bx/wan/yes/JPR)

Source link