PASURUAN – Abdul Azis dan Samsuri sepertinya tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. Itu, setelah kedua terdakwa kasus korupsi dana hibah Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) tahun 2015 ini, dituntut 1 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan Siswono mengatakan, proses persidangan korupsi dana hibah Bapemas tahun 2015 terus bergulir. Dan, Jumat lalu (5/1), kedua terdakwa kembali disidang dengan agenda pembacaan tuntutan.

Ia menyebut, masing-masing terdakwa dituntut 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 105 juta. Pertimbangannya, terdakwa sudah mengganti uang negara dan berkelakuan baik selama persidangan.

“Tuntutan dari JPU tidak sampai 2 tahun. Sebab, meskipun terdakwa mengakui perbuatannya, namun kerugian negara senilai Rp 105 juta sudah diganti. Jumat mendatang (12/1) beragendakan pembelaan oleh kuasa hukum terdakwa,” jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa Mahfud membenarkan dakwaan yang disampaikan oleh JPU. Namun, ia menganggap dakwaan yang diberikan pada kliennya terlalu berlebihan. Pasalnya, Bapemas sudah melakukan verifikasi sebelum disetujui.

Selain itu, ada beberapa kejanggalan dalam kasus ini. Di antaranya, surat keputusan (SK) pencairan dana hibah dibuat Desember 2014, namun baru ditandatangani Maret 2015. Serta, saat persidangan, JPU tidak dapat mendatangkan saksi pelapor.

“Saya tidak melihat ada tindakan korupsi yang dilakukan klien saya. Dana hibah tersebut sudah dibelikan mesin untuk anggota Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tapaan. Dan, saya lihat ada yang janggal, JPU tidak menghadirkan saksi, padahal dugaan korupsi harus ada laporan,”ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Kota Pasuruan menetapkan dua tersangka dalam kasus yang membuat negara mengalami kerugian senilai Rp 105 juta. Yakni, Abdul Azis selaku ketua Kelompok Usaha Bersama (KIB) Pemuda Mandiri Kelurahan Tapaan Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan dan Samsuri selaku bendahara kelompok.

Mereka diduga kuat terlibat dalam perencanaan kasus korupsi di Bapemas.

Source link