Katarak merupakan kondisi mata yang sering terjadi dan biasanya terjadi pada laki-laki dan perempuan berusia lanjut. Katarak bukanlah merupakan penyakit menular, kanker, tumor ataupun infeksi yang disebabkan oleh virus

maupun bakteri. Katarak merupakan penyakit mata yang dikategorikan sebagai penyakit degeneratif yaitu penurunan fungsi mata yang disebabkan oleh umur. 

Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata . Lensa biasanya bening setelah terjadi kekeruhan akan menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Katarak tidak menyebabkan rasa sakit. Lensa mata adalah bagian transparan di belakang pupil (titik hitam di tengah bagian mata yang gelap). Lensa berfungsi memfokuskan cahaya pada lapisan retina. Dengan adanya katarak, kejernihan lensa mata berkurang dan cahaya yang masuk ke mata menjadi terhalang.

Seiring bertambahnya usia, umumnya lensa mata perlahan-lahan akan keruh dan berkabut. Penyebab katarak pada umumnya karena degeneratif (faktor usia). Selain itu paparan ultraviolet yang terlalu banyak juga merupakan penyebab katarak. Jenis-jenis katarak Setelah mengetahui berbagai penyebab katarak, ada baiknya anda mengenal berbagai macam jenis katarak:

– Congenital, yaitu katarak yang terjadi pada bayi. Penyebab katarak ini disinyalir dari virus yang masuk ke dalam rahim, yaitu virus Rubella.

– Sekunder, yaitu katarak ini terjadi akibat konsumsi obat-obatan steroid seperti prednisone dan kortikosteroid, diabetes.

– Katarak yang terjadi akibat penuaan usia. Biasanya katarak ini terjadi pada orang yang berusia di atas 65 tahun ke atas.

– Traumatik, yaitu katarak akibat kecelakaan atau trauma yang berimbas pada mata.

Penyebab dan Faktor Risiko Katarak

– Mata yang terpajan sinar matahari untuk waktu yang lama.

– Penyakit-penyakit tertentu, misalnya diabetes atau peradangan pada bagian tengah mata (uveitis) jangka panjang.

– Konsumsi obat kortikosteroid berdosis tinggi untuk waktu lama.

– Pernah menjalani operasi mata.

– Pernah mengalami cedera pada mata.

– Memiliki riwayat katarak dalam keluarga.

– Pola makan yang tidak sehat dan kekurangan vitamin.

– Konsumsi minuman keras dalam jumlah banyak secara rutin.

– Merokok.

Gejala-Gejala Katarak 

Katarak pada umumnya menyerang kedua mata penderita. Tingkat keparahan pada kedua mata berbeda-beda dan tidak bersamaan. Penyakit ini dapat berkembang selama bertahun-tahun dan tanpa terasa oleh penderitanya. Katarak tidak menyebabkan rasa sakit atau iritasi. Pada umumnya keluhan berupa penglihatan yang samar-samar dan berkabut. Setelah itu akan muncul bintik atau bercak saat penglihatannya kurang jelas.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi pandangan Anda dengan cara-cara seperti:

– Mata yang sensitif ketika terkena cahaya menyilaukan.

– Sulit melihat saat cahaya remang-remang (terutama pada malam hari) atau sangat terang.

– Semua menjadi terlihat ganda.

– Semua terlihat seperti memiliki semburat kuning atau cokelat.

– Ukuran lensa kacamata yang sering berubah.

– Di sekeliling cahaya terang (misalnya, lampu mobil atau lampu jalan) seperti ada lingkaran cahaya.

– Warna yang terlihat memudar atau menjadi tidak jelas.

Pemeriksaan apa yang diperlukan untuk mengetahui adanya katarak?

Untuk memastikan diagnosis, dokter Anda akan melakukan evaluasi pada riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan mata yang komprehensif. Anda akan dirujuk ke dokter spesialis mata (ophtalmogist), yang akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan katarak.

Apa yang sebaiknya dilakukan bila terkena untuk katarak?

Jika penglihatan tidak terganggu biasanya tidak diperlukan terapi. Jika penglihatan semakin memburuk dan mulai sulit menjalani aktivitas harian, pilihan terapinya hanyalah operasi. Operasi katarak pada umumnya aman dan tidak membutuhkan rawat inap. 

Ada beberapa jenis operasi:

– Manual katarak ekstraksi di mana irisan lebar dan memerlukan jahitan sekitar 5 sampai 6 jahitan.

– Small incision cataract surgery (phacoeulsification). Operasi ini dilakukan dengan melakukan insisi kecil pada tepi kornea. Dokter menyinarkan gelombang ultrasound untuk menghancurkan lensa lalu diambil menggunakan pengisap.

– Extracapsular surgery yang membutuhkan insisi yang lebih lebar untuk mengeluarkan inti lensa yang berkabut. Sisa lensa dikeluarkan dengan menggunakan penghisap.

Selama proses kedua operasi, lensa buatan yang disebut juga lensa intraokular dimasukan untuk menggantikan lensa asli. Operasi ini membutuhkan waktu sekitar satu jam dan tanpa rasa nyeri. (*)

(sb/nis/rek/JPR)