Perempuan berusia lanjut itu tampak sibuk di kebunnya. Sebuah sabit dipegangnya untuk alat pemangkas dedaunan. Daun-daun mangga itu dipangkasinya, agar terlihat tertata.

Dia adalah Kastin. Perempuan yang usianya lebih dari setengah abad itu, merupakan salah satu petani mangga di wilayah Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang. Ia membudidayakan mangga juga sudah bertahun-tahun silam.

Baginya, mangga-mangga yang ditanam di kebun, bisa mendatangkan keuntungan. “Alhamdulillah, meski tidak banyak paling tidak bisa berkah,” akunya.

Kastin merupakan satu dari petani mangga yang ada di Oro-oro Ombo Kulon. Menurut Kepala Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Haryono, sektor pertanian memang menjadi unggulan warga setempat. Sebab, rata-rata warga setempat masih menggantungkan mata pencahariannya dari pertanian.

Sektor yang ditekuni beragam. Mulai dari bunga sedap malam, padi hingga mangga. Saat musim mangga tiba, keuntungan petani bisa berlipat.

Dikatakan Haryono, budi daya mangga sudah dilakoni warganya bertahun-tahun. Ada puluhan petani mangga di desa yang dipimpinnya itu. Mereka menanami pohon mangga di atas lahan yang cukup luas.

Luasan pertanian mangga di Desa Oro-oro Ombo Kulon, lebih dari puluhan hektare. Kebanyakan, ditanami mangga klonal 21. Karena mangga tersebut sudah menjadi ikon Kabupaten Pasuruan.

Bicara tentang mangga klonal, kata Haryono, pihaknya memiliki gagasan untuk pengembangannya. Yakni dengan menjadikan kawasan setempat agrowisata petik mangga.

Hal ini bukan tanpa alasan. Selain potensi pohon mangga yang melimpah, ia berangan-angan agar desa yang dipimpinnya itu bisa memiliki nilai jual. Khususnya untuk sektor wisata. “Kami ingin menambah nilai jual mangga. Salah satunya, dengan menjadikan sarana wisata,” ucap dia.

Sejauh ini, pihaknya masih melakukan penjajakan ke pelaku-pelaku usaha mangga. Harapannya, ada kerja sama apik yang bisa dibangun. Antara pemerintah desa dengan pengusaha mangga.

“Kami sudah punya incaran untuk bisa diajak kerja sama. Ada perkebunan milik petani, yang prospek untuk dijadikan wahana wisata petik mangga,” akunya.

Ia berharap, hal itu bisa terlaksana pada musim mangga tahun depan. Supaya, income pemerintah desa bertambah. Tak kalah pentingnya, juga membuat warga lebih sejahtera. Karena, dengan makin banyaknya kunjungan, tentu berdampak terhadap sektor ekonomi warga.

Source link