SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III agresif mengembangkan terminal multifungsi untuk layanan kapal pesiar dan kapal peti kemas. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan mengakomodir kebutuhan di masa depan. Nilai investasi bertahap dari pengembangan multipurpose terminaltersebut mencapai Rp 1,3 triliun.

CEO Pelindo III Ari Askhara mengatakan, terminal Gilimas dibangun sebagai pengembangan Pelabuhan Lembar untuk mendukung perekonomian wilayah NTB yang mengalami tren pertumbuhan positif dan menjadi gerbang pariwisata internasional yang modern bagi Pulau Lombok khususnya. Menurutnya, tren bobot atau ukuran kapal pesiar internasional yang semakin besar dan membawa ribuan wisatawan perlu diantisipasi dengan menyiapkan infrastruktur yang memadai sebagai proyeksi agar siap mengakomodir kebutuhan di masa depan.

“Berdasarkan survei perilaku wisatawan mancanegara yang dilansir oleh Bank Indonesia, rata-rata total pengeluaran mereka mencapai 125,93 dolar AS atau sekitar Rp 1,76 juta (dengan kurs Rp 14.000 per dolar AS,Red) per hari,” kata Ari Askhara, dalam siaran pers yang diterima Radar Surabaya, kemarin.

Dia mencontohkan dari catatan Pelindo III, kapal pesiar Italia, MV Costa Luminosa yang sandar di Pelabuhan Lembar pada Mei lalu, membawa 1.677 turis berkeliling ke sejumlah destinasi wisata di Lombok. Dari perkiraan kalkulasi rata-rata pengeluaran turis per hari tersebut, maka ada multiplier effect miliaran rupiah yang dinikmati masyarakat Lombok dari setiap cruise yang sandar.

Ari menjelaskan, melihat besarnya potensi ekonomi tersebut, pihaknya berharap dukungan seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun investor berkolaborasi memanfaatkan momentum kebangkitan pariwisata Lombok dengan menciptakan destinasi wisata baru maupun mengembangkan konsep paket tur wisata agar pertumbuhan turis ke destinasi di Lombok dapat berkelanjutan.

Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat menambahkan, terkait fungsi logistik dari Terminal Gilimas tersebut pada tahap awal, dermaga akan terintegrasi dengan fasilitas lapangan penumpukan peti kemas seluas 6,27 hektar. Sehingga pada pengembangan berikutnya diperkirakan mampu menampung hingga sekitar 200 ribu TEUs peti kemas.

“Terminal Gilimas akan meningkatkan posisi strategis Pelabuhan Lembar sebagai gerbang logistik utama di Pulau Lombok. Diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sehingga dapat berimbas pada turunnya harga barang konsumsi masyarakat,” imbuhnya. (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)