Sedangkan ujung barat kemacetan hingga Desa Lombang Laok. Panjang kemacetan diperkirakan lebih lima kilometer.

Wartawan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Badri Stiawan melaporkan dari lokasi bahwa sore ini banyak kendaraan terjebak macet. Banyaknya kendaraan itu dimungkinkan karena mereka hendak masuk kerja Senin (4/12). Itu setelah libur Maulid Nabi pada Jumat (1/12).

Pengguna jalan harus bersabar karena jalan di jembatan hanya bisa dilalui satu jalur. Pengendara dari Sampang atau Bangkalan harus giliran melintasi jembatan di Desa/Kecamatan Blega itu. “Jembatan belum selesai. Banyak material dan alat berat di lokasi proyek,” tutur Badri.

Menurut dia, kemacetan di jalur selatan Madura itu semakin parah jika ada pengguna jalan yang bandel. Mereka menerobos ambil jalur kanan. Sementara dari arah berlawanan ada kendaraan lain.

Sehingga pada titik tertentu kendaraan itu sama-sama tidak bisa bergerak. Karena itu tertib dalam lalu lintas itu penting. “Kalau main terobos efeknya semakin macet,” ucapnya.

Kapolsek Blega AKP Hartanta mengakui ada sopir yang suka menerobos. Padahal prilaku nakal itu melanggar dan berbahaya. “Coba kalau driver itu pakai hati nurani. Bukan hanya jalan saja,” kata Hartanta.

(mr/luq/bas/JPR)