Pendaftaran yang akan dibuka yaitu CPNS umum. Bukan CPNS tenaga honorer. Kalau honorer mau mengikuti pendaftaran CPNS, tetap harus mengikuti tes.

Namun formasi CPNS yang dibutuhkan belum diputuskan. Dia memastikan paling lambat Mei bisa diketahui. Ketentuan itu berlaku di seluruh Indonesia.

”Ada kebijakan penambahan tapi jumlahnya belum diketahui. Berlaku di seluruh Indonesia. Paling lambat Mei formasi sudah diketahui,” kata Bima Haria Wibisana saat datang ke Pamekasan, Rabu (17/1).

Dia menjelaskan, di daerah banyak yang mengaku kekurangan PNS. Kendati demikian, pihaknya tetap perlu melakukan verifikasi. Apakah kekurangan itu benar-benar terjadi atau tidak.

”Jangan-jangan hanya angka saja. Katakanlah SD enam kelas, dibilang gurunya kurang. Jangan-jangan gurunya ada tapi dia tidak mau ngajar karena pilih pindah ke kota dan hanya diisi honorer,” terangnya.

Karena itu, data harus valid. Sebelum memberikan ketetapan formasi CPNS, harus diverifikasi terlebih dahulu. Hal itu berdasarkan data yang diajukan pemerintah daerah.

”Misalnya, pelayanan publik yang semestinya tidak eksis, tapi kantornya tidak ada. Sementara layanan publik sudah diberikan kepada BUMN atau dinas lain tapi masih minta orang lain. Jadi perlu diverifikasi,” ujarnya.

Kepala BKD Pamekasan mengaku senang dengan informasi dari kepala BKN tersebut. Pemkab Pamekasan saat ini kekurangan ribuan PNS. ”Kami kekurangan sekitar dua ribu PNS. Kalau memang ada pendaftaran CPNS, kami senang,” pungkasnya.

(mr/sin/hud/han/bas/JPR)