Sebelum aksi penggelapan, Selasa malam (16/1), seperti biasa dia mengantar barang pesanan berupa minuman kepada pembeli. Namun, malam itu tampak berbeda. Jika biasanya Ferry langsung kembali ke tempat kerja setelah mengatar pesanan dan menerima uang pembayara, kali ini dia tidak kunjung pulang. 

Bahkan, dua karyawan lain yang waktu itu ikut mengantar bersamanya diturunkan oleh Ferry di areal Alun-Alun Kencong. Ferry berdalih hendak menemui orang sebentar. ”Tapi sampai larut malam dia tidak kunjung kembali,” ujar Tutik, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kencong, pemilik usaha tempat Ferry bekerja. 

Merasa ada yang tidak wajar, Tutik lantas melaporkan Ferry yang membawa uang perusahaan nyaris Rp 8 juta itu ke Mapolsek Kencong. Petugas Polsek Kencong menindaklanjuti laporan Tutik itu dengan mencari keberadaan Ferry. 

Hingga hari kedua pencarian, Ferry belum kunjung ditemukan. Kemudian. pada Jumat (19/1), hari ketiga pencarian, dia berhasil diringkus Petugas Polsek Kencong. 

Kendati berhasil ditangkap, kepada wartawan Ferry mengaku jika uang dagangan milik juragannya itu telah habis. Dia menghabiskan uang itu setelah kalah bermain judi online yang belakangan digandrunginya.  

Apa yang telah dia sampaikan itu sama persis dengan apa yang diucapkannya saat diinterogasi penyidik reskrim Polsek Kencong. Kanit Reskrim Polsek Kencong Aiptu Suryono menuturkan, Ferry mengaku jika uang dagangan tersebut sudah habis untuk judi online.” Kami terapkan Pasal 372 Sub 374 Tentang Pengelapan,” pungkas Suryono.

(jr/was/das/JPR)

Source link