BANYUWANGI – Kerugian akibat kerusakan sejumlah infrastruktur publik yang disebabkan curah hujan yang tinggi, ditaksir mencapai Rp 20 miliar. Kerusakan infrastruktur itu meliputi jembatan, jalan, dan saluran drainase di sejumlah lokasi di Banyuwangi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (DPU-CKPR) Mujiono mengatakan, berdasar data sementara DPU-CKPR, hujan dengan intensitas tinggi kerap melanda Banyuwangi dalam satu bulan terakhir ini. Akibatnya, banyak jalan, jembatan, drainase rusak kecil, sedang, dan berat, serta pohon tumbang. ”Data kita itu sementara, memang banyak kerusakan jalan dan jembatan, dan hampir menyebar di semua kecamatan,” ujarnya kemarin (16/1).

Kerusakan itu, kata Mujiono, akibat dari banjir di beberapa kawasan dan genangan air ketika intensitas hujan yang tinggi. Banjir menjebol beberapa jembatan di kawasan selatan Banyuwangi. Tidak hanya itu, di Kecamatan Songgon juga terdapat jembatan yang rusak.

Bukan itu saja, penyumbatan drainase akibat sampah mengakibatkan kerusakan jalan dan tak bisa dilalui kendaraan. Pohon roboh pun terjadi di beberapa titik di Banyuwangi. ”Kesadaran masyarakat membuang sampah harus ditingkatkan. Karena masih banyak sampah yang mengalir di drainase hingga drainase buntu dan air hujan menggenangi jalan,” kata dia. 

Mujiono menambahkan penanganan yang telah dilakukan Pemkab Banyuwangi, antara lain melakukan pemotongan dahan pohon naungan di sepanjang jalan. Pemkab Banyuwangi juga melakukan quick response perbaikan jalan dengan menurunkan Satgas Jalan Berlubang (SJB). ”Prioritas kami adalah jalan dan jembatan rusak. Ini akan kami perbaiki selama tahun 2018 ini. Secepatnya kita lakukan ada bulan ini,” tegasnya.

Selain itu, untuk mencegah atau meminimalkan genangan air saat hujan deras melanda Kota Banyuwangi, Dinas PU CKPR akan membuat ribuan biopori. Mujiono mencontohkan, genangan air saat hujan kerap terjadi di depan kantor pemkab, Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi. Karena itu, pihaknya akan membuat biopori di sekitar kawasan atas Pemkab Banyuwangi yang merupakan lahan perumahan.  ”Kita siapkan buat biopori. Diameternya sekitar 30 sentimeter. Kita buat banyak di kawasan hulunya di sekitar perumahan,” ujarnya. 

Selain di depan kantor Pemkab Banyuwangi, genangan air juga terjadi di sekitar Sukowidi, Jalan Gajah Mada, Adi Sucipto, dan wilayah Kelurahan Karangrejo. ”Kita akan lakukan melakukan perbaikan di sana. Kita harap awal 2018 semua sudah tertangani,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

Source link