Ilustrasi
(Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

GARA-gara tak akur dengan ibu mertuanya, Minthul (nama samaran), 22, ogah melayani kebutuhan Tole (juga nama samaran), 26, suaminya, di ranjang. Warga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, ini memberikan syarat pada Tole jika ingin dilayani. Yakni, mereka harus pindah ke rumah orang tuanya.

Namun sayangnya, hal ini justru membuat rumah tangganya berantakan dan harus berakhir di Pengadilan Agama. Tole mengatakan, benar-benar kecewa dengan kelakuan Minthul. Padahal, yang namanya menantu harusnya bisa mengalah apalagi kepada mertua.

“Katanya sih dulu mau menganggap ibu saya orang tuanya sendiri. Tapi, sejak tinggal bareng, gak pernah akur satu rumah,” jelasnya.

Tole mengatakan, kenal Minthul saat masih bersekolah SMA. Setelah Minthul lulus, Tole pun melamarnya. Saat itu Tole memang sudah punya pekerjaan tetap di pabrik. Sehingga, tak sulit bagi Tole untuk melamar gadis pujaannya.

Namun, karena masih bocah, sifat Minthul dikatakan memang labil dan masih suka seenaknya sendiri. Tole berharap sifat itu bisa berubah seiring berjalannya waktu. “Ya sifat-sifat yang suka ngeluh dan gak mau diatur. Sebenarnya ya gara-gara itu dia sering ada masalah sama ibu saya,” curhat Tole.

Seringkali ibu Tole marah-marah lantaran Minthul dianggap kurang telaten dan rajin dalam melakukan tugas rumah tangga. Tidak hanya itu, Minthul masih suka keluyuran dan main dengan temannya. Lain waktu, ia tak bisa diganggu saat bermain ponsel. “Jadi kadang dia meninggalkan tugas bersih-bersih rumah dan malas masak. Hal itu yang bikin ibu saya geregetan,” jelasnya.

Tole sendiri sudah berkali-kali mengingatkan agar Minthul menurut saja. Toh, sebenarnya hal tersebut untuk kebaikan Minthul sendiri. Tapi, lambat laun makin sering ada drama dalam rumah. Ujung-ujungnya, Minthul dan ibunya bertengkar.

Hal ini bahkan sudah terjadi bertahun-tahun. Herannya, Minthul tetap saja suka seenaknya sendiri. Bahkan, tak sekali dua kali selalu meminta Tole untuk pindah ke rumah orang tua Minthul. “Dia sebenarnya pengen kontrak aja, tapi dari gaji saya ya gak cukup lah. Ntar gak bisa makan,” terangnya.

Karena merasa makin tak betah, sudah beberapa bulan Minthul malah melakukan aksi dengan enggan memberikan “jatah ranjang” kepada Tole. Tujuannya, agar Tole menuruti keinginannya untuk pindah rumah.

Tole bukannya tidak peduli, hanya saja makin lama menganggap Minthul makin kekanak-kanakan dan tak dewasa. Karena dianggap sudah tak menurut kepadanya, pertengkaran besar pun terjadi. Minthul pun malah minggat dan enggan kembali ke rumah Tole.

“Saya sampai sudah gak betah juga karena Minthul sering seenaknya sendiri. Tapi, setelah minggat, eh dia ngajukan cerai di PA Bangil. Ya sudah kalau itu keinginannya. Soalnya selama menikah juga gak pernah ada kata tenang,” jelasnya.

(br/eka/rf/rf/JPR)

Source link