Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengutarakan, coklit dilakukan serentak pada 20 Januari hingga 18 Februari. Di Kota Salak, coklit pertama ke Ketua PC NU KH. Makki Nasir dan Ketua PD Muhammadiyah Tamar Djaja. ”Prioritas pertama kami datang ke tokoh masyarakat,” ujar dia.

Kemudian, dilanjutkan ke rumah warga. Sebanyak 1.984 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) didampingi 90 panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan 843 panitia pemungutan suara (PPS). ”Petugas datang ke rumah warga secara door to door untuk melakukan coklit,” katanya.

AKRAB: Ketua KPU Fauzan Jakfar, PPK, dan PPS mendampingi PPDP melakukan coklit ke rumah Ketua PD Muhammadiyah Tamar Djaja, Sabtu (20/1).
(DAFIR/Radar Madura/JawaPos.com)

Coklit ini sebagai dasar PPK dan PPS untuk menetapkan daftar pemilih sementara (DPS). Setelah diperbaiki, ditetapkan daftar pemilih tetap (DPT). ”Kalau ada yang meninggal ya dicoret,” terangnya.

Coklit ini merupakan hasil sinkronisasi dengan daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang diberikan KPU RI. Di Bangkalan berjumlah 804.759, jauh lebih sedikit dibanding 2014. ”Acuan coklit ini berdasarkan DP4,” jelasnya.

Selama kegiatan ini berlangsung, petugas di bawah diharapkan tidak mengalami kendala berarti. Ketika petugas mendatangi rumah warga langsung bisa ditemui. ”Supaya cepat dan petugas bisa datang ke rumah warga yang lain,” tandansya.

(mr/daf/luq/bas/JPR)