PURWOREJO – Pemkot Pasuruan mengklaim angka kemiskinan di wilayahnya terus menurun. Jika pada 2016 tercatat ada 48.423 penduduk miskin, pada akhir 2017 menurun menjadi 40.253 jiwa. Penurunan ini tak lepas dari program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Pemkot.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Pasuruan Adri Joko Srijono mengatakan, jumlah penduduk miskin di Kota Pasuruan, menurun. Pada 2017 menurun menjadi 40.253 jiwa.

Jumlah ini tergolong rendah, sebab secara nasional suatu wilayah masuk kategori kemiskinan tinggi jika jumlah penduduk miskin mencapai 10 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan, di Kota Pasuruan hanya sekitar 7 persen dari jumlah penduduk 209.322 jiwa. “Ada penurunan sekitar 7.000 jiwa dari tahun sebelumnya. Kami terus mengupayakan agar angka kemiskinan di Kota Pasuruan dapat ditekan,” ujarnya.

Joko mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk menurunkan jumlah penduduk miskin. Salah satunya melalui program penanggulangan kemiskinan yang menempel di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Seperti, adanya program rumah tidak layak huni (RTLH) dan program keluarga harapan (PKH) yang menempel di Dinas Sosial. Atau, program pengentasan kawasan kumuh yang menempel di Dinas Perumahan dan Permukiman.

Menurutnya, tahun ini pihaknya kembali melakukan pendataan ulang jumlah penduduk miskin. Demi menghindari ketidakakuratan data, pihaknya meminta penduduk Kota Pasuruan yang merasa miskin melapor ke kantor kelurahan. “Jika ada warga yang merasa miskin, tapi tidak menerima bantuan kemiskinan bisa melapor. Kami akan tindak lanjuti dengan pengecekan,” ujar Joko.

Source link