Penyebabnya saat kapal memutar haluan, tali lasing pengikat truk lepas. KMP yang dinakhodai Ahmad Yani itu berlayar dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (2/6) sekitar pukul 16.00.

Setelah mendekati pelabuhan Gilimanuk, di selat Bali terjadi gelombang tinggi. Karena gelombang dengan ketinggian 2 sampai 3 meter itu berbahaya,

kapal yang memuat 39 orang penumpang, satu truk dan 8 mobil pribadi itu berusaha menghindari hantaman ombak.

Namun, saat kapal memutar haluan untuk menghindari hantaman gelombang, sekitar pukul 16.45 kapal yang posisinya melintang, oleng dan tali lasing sebelah kiri  pengikat truk AD 1343 VE lepas.

Akibatnya truk yang dikemudikan Rofinus Mese, 37, asal  Kelurahan Jatiwangi, RT 10 RW 04, Kota Bima, NTB yang mengangkut  muatan paket tujuan Bima itu tumbang.

Beruntung tidak ada kendaraan atau orang yang tertimpa. Setelah kejadian itu kapal melanjutkan perjalanan dan sandar di dermaga movile bridge (MB) 3 pelabuhan Gilimanuk.

Agar tidak mengganggu penyeberangan, setelah selesai menurunkan penumpang, KMP Mutiara Alas lll sekitar pukul 17.25 wita dipindahkan ke dermaga ponton untuk bongkar muatan kendaraan.

Baru setelah itu dilanjutkan untuk mendirikan truk menggunakan katrol. Setelah truk berhasil didirikan kemudian dikeluarkan dari kapal.

“Dari laporan yang diterima truk itu roboh karena tali lasinya lepas saat kapal menghindari gelombang,” ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali-NTB Satuan Pelayanan (Satpel) Gilimanuk Nyoman Sastrawan. 

(rb/nom/mus/mus/JPR)

Source link