KEDIRI KABUPATEN – Sejumlah persiapan dilakukan menjelang penampilan tari kolosal 1.214 penari pada Minggu (25/3) nanti. Salah satunya dengan menggelar gladi kotor di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG). Ribuan penari pun berlatih blocking tempat hingga menjadi penyesuaian gerakan.

“Ini baru gladi kotor, khususnya untuk gerakan tari dan pergerakan posisi,” terang Nur Setiyani, salah satu pelatih tari kolosal Penthul Marucul.

Disebutkan oleh Nur, kalau setiap penampilan kolosal, selain penyamaan gerakan dan kekompakan, yang perlu diperhatikan adalah perubahan posisi dari masing-masing penari. Sebab, blocking ini baru bisa dilakukan dalam gladi kotor. Sebelumnya, sinkronisasi lebih banyak ke gerakan dan musik. “Besok (hari ini, Red) ada gladi bersih. Akan kami gabungkan dengan music live dari gamelan,” jelasnya.

Untuk diketahui, tari masal ini melibatkan 1.214 penari dari siswa SD asal 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri. Persiapan tari topeng ini berlangsung selama tiga minggu dengan melibatkan puluhan pelatih.

Tak hanya tari masal, pada pagelaran tari di puncak acara 25 Maret nanti akan digelar sejumlah tarian lainnya. Mulai tari penyambutan Gambyongan Doko, Tari Kucingan Kediri dan ditutup Tari Kolosal Penthul Marucul sebelum akhirnya ditutup dengan prosesi Hari Jadi Kediri dan Pembacaan Prasasti Harinjing.

Jadwal Prosesi Hari Jadi Kediri Ke-1214

08.00-08.30                         Karawitan

08.30.08.40                         Pembukaan

08.40-08.55                         Tari Penyambutan Gambyongan Doko (30 Penari)

08.55-09.10                         Tari Kucingan Kediri.

09.10-09.30                         Tari Kolosal Penthul Marucul (1.214  Penari)

09.30-10.00                         Prosesi Hari Jadi Kediri dan Pembacaan prasasti Harinjing

10.00                                     Penutup

(rk/*/die/JPR)

Source link