Suara raungan mesin terdengar nyaring di sebuah lahan kosong dekat makam Desa Wedi, Kecamatan Gedangan, Minggu (18/2). Rupanya suara itu berasal dari mobil-mobilan. Sejumlah laki-laki dewasa memainkan mobil-mobilan itu menggunakan remote control.

MUS PURMADANI
Wartawan Radar Sidoarjo

MEREKA berasal dari Komunitas Sidoarjo Radio Control Car (SRCC). Beberapa anggota dari komunitas ini tampak saling mengadu kemahiran dalam mengendalikan mobil balapnya di sirkuit buatan yang sebelumnya telah dirancang dengan menggunakan tali dan beberapa tiang.
“Ini kami sedang balapan untuk yang perdana kelas 1/18 dan kelas 1/10,” ujar Ketua Komunitas SRCC, Muhammad Hafid kepada Radar Sidoarjo.
Ia menuturkan SRCC sudah berdiri sejak Agustus 2017 lalu. Menurutnya, aktivitas yang mereka lakukan adalah hobi. Namun, tidak disangka hobi yang mereka jalani ini ternyata justru mampu menghibur warga. Buktinya, setiap mereka menggelar balapan, banyak warga sekitar yang ikut menonton.
“Awalnya anggota kami hanya empat orang. Namun ternyata, saat kita kumpul setiap Sabtu  di alun-alun, perlahan-lahan banyak yang tertarik dan ikut bergabung,” jelas Hafid.
Diceritakan, sebelum bergabung, banyak para anggota yang tergabung di komunitas ini hanya bertanya-tanya alias sekadar mencari tahu. Ada juga yang bilang punya RC (Radio Control) tapi main sendiri. “Lalu kita ajak gabung saja untuk nambah seduluran,” imbuhnya.
Hafid mengatakan, tujuannya murni untuk menyalurkan hobi, sekaligus menambah rekan baru. “Sebab, senang banget rasanya jika berada dalam lingkungan dengan ketertarikan yang sama,” ungkapnya
Menurut pria berambut gondrong ini tak sedikit yang menganggap hobi ini karena masa kecil kurang bahagia. Tapi mereka cuek dengan pandangan tersebut. Bagi SRCC, dengan bermain mobil-mobilan ini juga menjadi salah satu cara menghilangkan penat selama seminggu beraktifitas.
Namun untuk menyalurkan hobi ini tidaklah murah. Dari pantauan Radar Sidoarjo harga RC milik komunitas ini mulai Rp 850 ribu hingga Rp 9,5 juta. “Itu belum lagi yang mesinnya di upgrade, harganya bisa lebih dari itu. Total sekitar Rp 15 juta,” pungkas Hafid. (*/jee)