Rapat pleno rekap suara seluruh Bali, dipimpin oleh Ketua KPUD Bali Dewa Wiarsa Raka Sandi. Hadir juga jajaran KPU Bali, para pimpinan KPU Kabupaten/Kota se Bali, Bawaslu serta jajaran undangan lain. Sedangkan untuk para saksi, yang diberi mandat untuk mewakili Koster – Ace, yakni I Gede Ngurah Hartawan, I Nyoman Widi Adnyana, Kadek Tegar Wacika, dan Putu Wahyu Widiartana. Sementara saksi dari Mantra-Kerta, yakni Ketut Sama Winaya, Putu Endra Yoga, Kuncoro Adianto, dan Kadek Wirawan.

Proses rekapitulasi dilakukan sesuai urutan daerah pemilihan (dapil). Dimulai dari Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung, dan Gianyar. “Kami mulai dari Denpasar untuk menjelaskan hasil rekap suara, di Kota Denpasar,” jelas Raka Sandi.

KPU Denpasar memulai, sebelum kotak suara dibuka, KPU di masing-masing kabupaten/kota terlebih dulu memperlihatkan kepada saksi dan Bawaslu Bali. Proses berjalan Paslon nomor urut 1, Koster -Ace meraih Koster – Ace  87.863, sedangkan Mantra – Kerta unggul di Denpasar dengan perolehan suara Mantra – Kerta  190.534 suara. Untuk Kabupaten Badung Koster – Ace mendapatkan 210.175 suara, unggul dari Mantra – Kerta Mantra – Kerta  70.290. Untuk di Tabanan Koster – Ace  199.384 suara dan Mantra – Kerta  93.246 suara.

Sedangkan di Jembarana, Koster menang tipis Koster – Ace 81.783Dan Mantra – Kerta  72.801 suara.

Sedangkan di Buleleng, Koster – Ace  220.923 menang terhadap rivalnya Mantra – Kerta dengan perolehan suara  98.859. Untuk di Bangli Koster – Ace mendapatkan 96.327 dan Mantra – Kerta  dapat 48.917 suara.  Karangasem Koster – Ace 90.891 dan Mantra – Kerta 132.795 suara. Klungkung Koster – Ace 39.653 dan Mantra – Kerta 81.232 suara.

Kabupaten Gianyar Koster – Ace 186.076 dan Mantra – Kerta 101.256 suara. Secara keseluruhan Koster – Ace 1.213.075 suara atau 57,68 persen dan Mantra – Kerta 889.930 suara 42,32 persen. “Diputuskan bahwa pasangan Koster – Ace mendapatkan 1.213.075 suara atau 57,68 persen dan Mantra – Kerta 889.930 suara 42,32 persen. Rapat pleno rekapitulasi ini sudah memutuskan bahwa paslon Koster – Ace mendapat suara lebih banyak,” tegas Dewa Raka Sandi sambil mengetok palu.

Usai memimpin sidang, Raka Sandi mengatakan hasil ini akan diserahkan ke MK, untuk nantinya menunggu tiga hari. “Jika memang sudah tiga hari, dinyatakan tidak ada keberatan atau tidak ada sengketa pilkada, baru akan dilakukan tindaklanjut untuk penetapan pemenang,” jelas Raka Sandi.

Pria asal Jembrana ini mengatakan, memang dalam pleno kemarin sudah dipastikan tidak ada keberatan. Namun dia mengatakan masih ada waktu dan hak bagi yang mau menyampaikan keberatan, dalam kurun waktu tiga hari. “Memang sudah dipastikan tidak ada yang menyatakan keberatan dalam rekap suara ini, namun tetap ada tiga hari waktu untuk bisa menyampaikan keberatan,” kata dia.

Atas kemenangan ini kubu Mantra – Kerta tidak menyatakan keberatan alias menerima hasil pilgub. “Kami menerima hasil ini. Kami berharap paslon pemenang merealisasikan janji – janji politik yang sudah dijanjikan ke rakyat Bali. Rakyat Bali menunggu realisasi dari program yang tertuang dalam visi dan misi,” kata Ketua Tim Pemenangan Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles. “Dan ingat program direalisasikan sangat penting. Namun ada juga yang tak kalah penting, program direalisasikan mesti sesuai asas aturan dan mekanisme yang berlaku,” sambung politisi Partai Demokrat ini.

Yang menarik adalah Cagub Wayan Koster hadir ke KPU Bali. Tepat saat ketok palu dan acara sudah selesai, Koster masuk ke ruang pleno rekap suara. Dia mengucapkan terima kasih dan menyalami satu – satu Anggota KPU, Provinsi dan Kabupaten/Kota. Kemudian Bawaslu dan jajaran lain, termasuk tim dari Mantra – Kerta. “Saya ikut monitor, hasil kerja keras dari KPU Bali beserta jajarannya, Bawaslu unsur – unsur penyelengara lainnya acara sudah lancar,” jelas Koster.

Koster mengatakan hasil pleno menyatakan bahwa dirinya bersama Cok Ace yang mendapatkan perolehan suara lebih banyak dari Mantra – Kerta. “Hasil perolehan suara kami menjadi dukungan masyarakat Bali, ini menunjukan dukungan dan kepercayaan masyarakat Bali. Terima kasih masyarakat Bali yang sudah menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.

Koster mengatakan, apa yang sudah dijanjikan saat kampanye, akan dipertangungjawabkan. Dalam waktu dekat nantu akan dibentuk Tim Khusus. “Setelah nanti ditetapkan sebagai pemenang, kami akan mulai bekerja,” kata Ketua DPD PDIP Bali ini.

Terkait dengan komunikasi pemimpin Denpasar Politisi asal Semiran ini mengatakan, dirinya sebagai Gubernur memang diamanatkan untuk mengkoordinir pelaksanaan pembangunan Bali. Koster mengatakan pasti akan berkomunikasi bagus dan memang tidak boleh ada egoisme daerah. “Tidak boleh ada egoisme daerah, membangun Bali secara keseluruhan secara bersama – sama,” tegasnya.

Bahkan terkait daerah – daerah yang kalah, bagi Koster tidak dendam politik yang harus meninggalkan daerah itu. “Kami pastikan tidak ada Kabupaten yang ditinggal, atau daerah yang ditinggal. Lupakan proses pilkada yang sudah lewat, mari membangun sama – sama,” urai Mantan Anggota DPR RI ini.

Sedangkan secara internal Koster, tetap akan melakukan evaluasi secara detail. Melakukan evaluasi untuk nantinya ada sanksi dan menghargaan. “Jelas kami evaluasi, kalau memang ada kesalahan fatal ada sanksi yang berprestasi dapat penghargaan, apa itu? Itu nanti kami lakukan secara internal,” pungkasnya.

Dalam Pilgub Bali 2018 memang sudah berlangsung lancar. Namun kemarin ada satu catatan khusus, yang terjadi setelah Bawaslu membeberkan beberapa fakta. Yaitu ada 4 surat suara yang hilang di TPS 1 Banjarangkan, sehingga tidak cocok jumlahnya antara surat suara Pilgub dan Pilkada Klungkung. Dengan kondisi ini, Bawaslu menyatakan fakta ini mesti tercatat dalam catatan khusus Pilgub. Sehingga masalah hilangnya surat suara 4 biji masuk ke formulir Dc2, catatatn khusus. Sempat saksi dari Koster – Cok Ace mengatakan bahwa lebih baik hal seperti inidipastikan selesai dibawah, sehingga tidak masuk catatan khusus. Namun tetap dicatat dalam formulir khusus. Namun akhirnya Saksi Koster – Ace juga menyatakan dalam sikap dalam formulir itu, bahwa segala hal yang terjadi juga bisa atas lemahnya kinerja Bawaslu sehingga terjadi hilangnya surat suara 4 biji.

“Ini hanya untuk mencatat saja, tidak ada imbasnya terhadap hasil pilgub. Itu kemungkinan surat suara dibawah oleh pemilih, tidak dimasukan ke kotak suara,” kata Dewa Raka Sandi.   

Hasil Rekap Suara Pilgub Bali

Kota Denpasar

1.     Koster – Ace  : 87.863

2.     Mantra – Kerta : 190.534

Kabupaten Badung 

1.     Koster – Ace : 210.175

2.     Mantra – Kerta : 70.290

Tabanan 

1.     Koster – Ace : 199.384

2.     Mantra – Kerta : 93.246

Jembrana

1.     Koster – Ace : 81.783

2.     Mantra – Kerta : 72.801

Buleleng

1.     Koster – Ace : 220.923

2.     Mantra – Kerta : 98.859

Bangli

1.     Koster – Ace : 96.327

2.     Mantra – Kerta : 48.917

Karangasem

1.     Koster – Ace 90.891

2.     Mantra – Kerta 132.795

Klungkung

1.     Koster – Ace 39.653

2.     Mantra – Kerta 81.232

Gianyar

1.     Koster – Ace 186.076

2.     Mantra – Kerta 101.256

Total :

1.     Koster – Ace 1.213.075 suara atau 57,68 persen

2.     Mantra – Kerta 889.930 suara 42,32 persen

(bx/art/ima/yes/JPR)

Source link