Puti – sapaan akrab Puti Pramathana Puspa Seruni Paundriagari Guntur Soekarno Putri – itu terlihat bertandang ke rumah di Jalan Lombok Nomor 9 Kota Madiun, hari Senin (5/2) lalu. 

Dirumah itu, Megawati pernah tinggal selama tiga tahun (1968—1970) semasa menjadi nyonya Surindro Supjarso, perwira TNI AU yang saat itu bertugas di Lanud Iswahjudi. 

Puti kemarin langsung disambut Suryati, tetangga di belakang rumah Megawati dulu. Suryati mengingat  Megawati berusia 21 tahun ketika boyongan dari Jakarta. 

Kulit putri Bung Karno itu kuning langsat. Rambutnya dibiarkan tergerai.  Megawati kerap dikerubuti warga jika pergi belanja ke pasar. 

‘’Kalau ke pasar (Megawati) sering jalan kaki, masyarakat berebut ingin bersalaman’’ kenang Suryati.

Tahun 1970, sebuah insiden menimpa Surindro. Pesawat tempur yang dipilotinya hilang di perairan Papua. Megawati yang harus mengasuh seorang anaknya terpaksa kembali ke Jakarta. 

Suryati mengingat tetangganya itu sedang mengandung anak kedua. Puti menyebut bibinya masih kerap berkunjung ke Kota Madiun. 

‘’Bibi (Megawati) sering berkunjung. Kalau saya hanya beberapa kali,’’ kata Puti yang berusia 46 tahun itu.

(mn/jpr/sib/sib/JPR)