Tahap rekapitulasi surat suara tingkat kabupaten sempat berjalan alot. Perdebatan terjadi usai pembacaan rekapitulasi oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bulu. Salah satunya, terkait pembacaan hasil rekapitulasi.

Ada yang menginginkan dibacakan hasil perolehan suara saja. Namun sesuai aturan harus dibacakan mulai data pemilih, penggunaan surat suara, jumlah surat suara sah dan tidak sah serta perolehan suara masing-masing pasangan calon.

Hal itulah yang ternyata menjadi temuan Panwaslu pada rekapitulasi di tingkat PPK. Ada empat PPK yang hanya membacakan hasil perolehan suara. Yakni, PPK Gunem, Bulu, Sarang dan Sale.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto menjelaskan, ada tujuh catatan yang diberikan pihaknya kepada KPU. Selain persoalan tersebut, ada hal lain yang menurutnya vital dan harus segera diperbaiki.

Yakni, ditemukannya dua anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang statusnya suami-istri. Mereka bertugas di salah satu TPS di Desa Sumberejo, Rembang.

Panwaslu juga menemukan kekurangan logistik di beberapa TPS. Seperti di salah satu TPS Desa Gegersimo, Pamotan. Jumlah surat suara yang dikirim lebih sedikit dari total daftar pemilih.

”KPPS suami istri dalam satu TPS yang vital. Dalam catatan yang diberikan, kami juga sertakan saran-saran,” ungkapnya.

Totok berharap KPU segera memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut. Karena Pemilu 2019 akan lebih berat lagi. Total ada lima pemilihan. Yakni, Pilpres dan empat Pilleg. Mulai dari pemilihan anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten.

(ks/lid/ali/top/JPR)