BANGIL – Kriminalitas sepanjang 2017 di wilayah hukum Polres Pasuruan, menurun dibanding tahun 2016. Namun, khusus kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) jumlahnya justru meningkat.

Tingkat kriminalitas tahun ini menurun 17 persen atau 168 kasus dibanding tahun sebelumnya. Bila tahun 2016 ada 965 kasus, tahun ini tercatat ada 797 kasus tindak pidana. “Secara jumlah tindak pidana, tahun ini ada penurunan cukup signifikan. Bahkan, kasusnya turun 168 kasus atau 17 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono.

Raydian mengatakan, pihaknya berusaha menekan kriminalitas di tingkat masyarakat. Selain melakukan patroli dan Kamtibnas, pihaknya juga menggelar beragam program untuk menekan kriminalitas.

Dari ratusan kasus itu, kasus tertinggi masih didominasi kasus narkoba. Mencapai 128 kasus. Namun, jumlah tahun ini menurun dibanding 2016 yang mencapai 151 kasus. Raydian mengatakan, ini berkat banyaknya pengungkapan kasus dan makin masifnya sosialisasi bahaya narkoba.

Kasus tertinggi kedua ada perjudian. Angkanya mencapai 125 kasus. Jumlah ini juga turun dibanding 2016 yang mencapai 157 kasus. Ketiga ada pencurian dengan pemberatan (curat). Tahun ini ada 89 laporan dan tahun 2016 mencapai 118 kasus.

Sedangkan, pembegalan atau masuk kategori pencurian dengan kekerasan (curas) juga menurun. Tahun ini ada 38 kasus yang dilaporkan dan  tahun 2016 ada 82 kasus. Namun, tidak demikian dengan kasus curanmor. Jumlahnya justru meningkat dari 43 kasus menjadi 47 kasus.

Raydian mengatakan, kasus begal tahun ini menurun karena pihaknya melakukan patroli intensif di daerah-daerah rawan. “Curanmor ini naik karena kepemilikan sepeda motor yang makin tinggi dan ada keteledoran. Seperti, pemilik yang menaruh di tempat umum tanpa pengamanan lebih. Termasuk, ada yang teledor, seperti kunci masih terpasang. Sehingga, mudah dicuri,” ujarnya.

Selain curanmor, kriminalitas yang juga meningkat ada penipuan. Dari 67 kasus tahun lalu, naik menjadi 83 kasus yang dilaporkan tahun ini.

Penanganan masalah sosial juga menjadi catatan Polres Pasuruan. Seperti, unjuk rasa yang menurun dari 70 aksi tahun 2016, menjadi 52 aksi di tahun ini. “Termasuk, konflik komunal seperti kasus perbedaan agama dan antarkelompok nihil. Ini, karena ada usaha untuk kami redam sebelum kasus mencuat dan menjadi konflik,” ujarnya.

Source link