Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah membenarkan hal itu. Dalam setahun pihaknya menggunakan dana operasional Rp 200 juta dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Pemkab Kudus. ”Harapannya bisa menunjang penindakan rokok ilegal di wilayah Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Selain itu, pemberantasan barang kena cukai ilegal juga rutin dilakukan. Anggota Satpol PP menggelar razia bersama anggota polres, kodim, Bea Cukai Madya Kudus, bagian hukum, perekonomian, dan bagian kesbangpol Kudus. Penyelidikan bahkan menyisir hingga ke desa-desa.

”Rokok ilegal tersebut dijual murah. Per bungkus sekitar Rp 5 ribu. Karena sasarannya kebanyakan adalah para petani,” imbuhnya.

Sementara dalam penyisiran di Kudus utara seperti di Kecamatan Gebog dan Dawe belum banyak ditemukan rokok ilegal. Belum lama ini, pihaknya mendatangi 20 toko yang berlokasi di Desa Ngemplak dan Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan. Ditemukan puluhan bungkus rokok tanpa pita cukai.

Karena dianggap merugikan negara, barang yang disita tersebut diserahkan ke Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus. Sementara itu, pihaknya akan terus melakukan penyisiran di berbagai wilayah lain.

Terkait penindakan terhadap orang yang melanggar, pihaknya memberikan pembinaan di kantor Sapol PP. Selain itu, juga mengisi surat penyataan bermaterai yang ditandangani RT, RW, dan kepala desa setempat.

(ks/ela/lin/top/JPR)