KEDIRI KABUPATEN – Kecelakaan maut kembali terjadi. Kali ini terjadi di Jalan Raya Kediri-Wates. Dump truk pengangkut pasir menjadi pemicu kecelakaan beruntun, kemarin pagi (6/11) sekitar pukul 07.00. Akibatnya satu orang tewas di lokasi.

REMUK: Kaca mobil usai kecelakaan di Jalan Kediri – Wates.
(RIZAL ARI ANDANI – RadarKediri/JawaPos.com)

Peristiwa tersebut bermula saat Anton Subroto, 29, warga Desa/Kecamatan Kendal, Ngawi mengendarai dump truk Mitsubishi AE 8401 KB. Saat itu ia melaju kencang dari barat ke timur. Kebetulan dia sedang dalam perjalanan ke Blitar untuk mengambil muatan pasir.

Tepat di hadapannya, melaju sebuah sepeda motor Honda Grand AG 6835 GC. Sepeda motor itu dikendarai oleh Sholeh, 69, warga Desa Sumberagung, Wates. 

Diduga lantaran hendak menyalip, Anton pun terus memepet laju sepeda motor Sholeh.

Tanpa diduga, begitu tiba di lokasi kejadian, yaitu sebuah pertigaan, Sholeh hendak belok ke kanan atau ke selatan. “Pengendara motor ini juga belok mendadak,” ujar Kasihumas Polsek Wates Aiptu Kalis. Kaget melihat itu, Anton pun sempat mencoba mengerem. Namun, lantaran jarak sudah sangat dekat, truk tersbeut langsung menghantam Sholeh dan sepeda motornya.

Terbentur bagian kanan truk, Sholeh pun langsung terpental sekitar 5 meter sebelum akhirnya jatuh membentur aspal. Sementara itu, gerobak berisi tahu yang Sholeh bawa langsung terpental ke selatan atau ke arah jalan sebaliknya.

Tanpa diduga, dari atah berlawanan melaju Honda Vario AG 6535 HK yang dikendarai Kesa Prisilia, 18, warga Desa/Kecamatan Wates. Saat itu, dia sedang dalam perjalanan menuju ke sekolahnya di Kota Kediri.

Karena jarak sudah dekat, sepeda motor yang Kesa kendarai langsung menghantam rombong yang jatuh ke aspal. Akibatnya, ia dan sepeda motornya turut jatuh mencium aspal.

Melihat kejadian itu, sejumlah warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Sebagian dari mereka langsung menghubungi pihak Polsek Wates. “Dapat informasi etsrebut kami pun langsung meluncur ke loaksi kejadian,” ujar Kalis. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) petugas dan warga langsung mengevakuasi Sholeh yang tidak sadarkan diri ke RS Bhayangkara. Namun sayang, di tengah perjalanan ia keburu menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara itu usai dimintai keterangan Kesa yang tidak mengalami luka serius langsung dijemput sanak kerabatnya. “Korban pengendara motor Honda Vario hanya mengalami luka lecet saja,” ujar Kalis.
Akibat peristiwa tersebut, ketiga kendaraan mengalami kerusakan. Truk mengalami pecah lampu depan kanan dan ringsek bodi depan sebelah kanan. Honda Vario mengalami lecet bodi kanan.

Sementara Honda Grand mengalami pecah knalpot dan peleg depan bengkok. “Saat ini barang bukti kami amankan di Mapolsek Wates guna proses penyelidikan,” ujar Kalis. Terakhir, Kalis pun mengaku jika kasus itu telah ia limpahkan ke Unit Lakalantas Satlantas Polres Kediri untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Nur, 19, warga Desa Sidomulyo, Wates mengungkapkan kekesalannya terhadap dump truk pengangkut pasir. Ia mengaku sering berpapasan dengan truk pengangkut pasir yang melaju ugal-ugalan. “Kalau pas bawa muatan memang pelan. Tapi kalau kosongan mereka ngebut. Mungkin itu karena kejar setoran,” ujarnya.

Namun hal itu membuatnya resah. Apalagi, ia sendiri mengaku pernah hampir tertabrak dump truk yang melaju kencang. “Ceritanya hampir sama. Saya ditempel dari belakang. Tiba waktunya saya belok, eh pengemudi truknya kaget. Untuk dia sempat mengerem,”ujarnya. Karena itu, ia berharap agar sopir dump truk pengangkut pasir yang ngebut dapat ditindak.

Di sisi lain, kasus seorang pengendara mobil pikap Daihatsu Zebra yang menewaskan pejalan kaki di tepi Jalan Raya Kediri Jombang, tepatnya di Desa Sambirobyong Pagu kemungkinan besar akan menjadi tersangka.

Diki Aldo Himawan, 20, warga Kelurahan Rejomulyo, Pesantren dianggap lalai karena mengantuk saat mengemudi. Karena itu, Minggu (5/11) mobil yang dikemudikannya menabrak tiga orang. Mereka adalah Dori, 44, Yurizal Gunawan, 17, dan Mat Brantas, 12. Ketiganya adalah warga Desa Sukorejo, Gurah.

Parahnya luka membuat Dori tak bisa bertahan dan meninggal dunia. Sementara dua anaknya selamat dengan kondisi luka di sekujur tubuhnya.  “Kemungkinan besar pelaku akan menjadi tersangka,” ujar Kanitlakalantas Polres Kediri Iptu Roni Robi. Hanya saja, ia mengaku masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara sebelum memutuskan itu.

(rk/rzl/die/JPR)

Source link