Sekitar pukul 12.00, Mila, warga Perumahan Pondok Halim II terkejut melihat motor Honda Beat L 5568 QV di teras rumah tidak ada. Dia segera memberitahukan kepada ibunya, Masodah. Kemudian Masodah keluar rumah. Sekitar sepuluh meter dari rumah itu dia melihat kendaraannya didorong oleh orang asing ke arah timur.

Seketika itu Masodah berteriak maling. Mengetahui aksinya dilihat korban, pelaku yang belakangan diketahui bernama Ach. Fauzi itu naik motor hasil curian ke arah timur. Ternyata dia beraksi bersama Holil yang mengendarai Honda Beat L 5449 PN.

TEGAS: Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan merilis kasus penangkapan dan penembakan dua tersangka curanmor di RSUD Syamrabu, Jumat malam (25/5).
(BAHRUL ULUM/Radar Madura/JawaPos.com)

Masodah terus mengejar sambil berteriak maling. Teriakan itu disambut warga lain. Pelaku menjatuhkan dan meninggalkan motor curian. Fauzi kemudian membonceng ke motor Holil. Mereka kabur ke Jalan Halim Perdanakusuma.

Sampai di pertigaan Junok bertemu polisi. Anggota Reskrim Polres Bangkalan Fauzi memerintahkan mereka berhenti dan menyerahkan diri. Upaya tersebut tidak digubris. Mereka lari ke Jalan Pemuda Kaffa. Polisi dan warga terus mengejar. Sepanjang perjalanan dua pelaku mengacungkan pisau.

Sampai di timur pertigaan Tangkel, Holil dan Fauzi terjatuh saat ada truk keluar dari PDAM. Lagi-lagi polisi memerintahkan mereka menyerahkan diri. Namun Holil justru menghunuskan pisau ke arah polisi. Tembakau peringatan tak diindahkan. Timah panas pun menembus dada pelaku.

Begitu juga dengan pelaku Fauzi yang masih kabur ke arah timur. Dia tidak menghiraukan tembakau peringatan petugas. Tembakau kemudian mengenai lengan kanan hungga tembus dada. Holil tewas di lokasi. Fauzi pun tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Holil merupakan warga  Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk. Namun, pria kelahiran 1977 itu tinggal di Desa Tambin, Kecamatan Tragah, Bangkalan. Sedangkan Achmad Fauzi, warga Kelurahan/Kecamatan Asemrowo, Surabaya. Pria 40 tahun itu juga tinggal di Desa Tambin.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan mengatakan, tembakan diambil karena kedua pelaku curanmor tidak menggubris peringatan saat hendak ditangkap. Parahnya mereka hendak mengancam melukai petugas dengan senjata tajam (sajam).

Dia mengungkapkan, dari hasil pengakuan warga sekitar rumah pelaku di Desa Tambin, dua pelaku memang sering bikin ulah. Di antaranya melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba, sering mencuri, dan tukang palak warga. ”Kedua pelaku ini memang meresahkan,” terangnya.

Boby menerangkan, Fauzi merupakan residivis pengedar narkoba di Kota Pahlawan. Dia pernah diringkus Polrestabes Surabaya. Putusan sidang divoins hukuman penjara selama 6 tahun. ”Fauzi merupakan residivis pengedar narkoba. Sekitar Februari 2018 baru keluar dari tahanan,” ucapnya.

Pihaknya akan terus bekerja keras untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dia memerintahkan anggota mengambil tindakan tegas dengan menembak pelaku. Itu dilakukan jika tersangka melawan dan mengancam nyawa warga maupun polisi.

(mr/bam/luq/bas/JPR)