Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat berbincang dengan sejumlah wartawan bersama sejumlah panitia pelaksanaan Hari Gunung Sedunia yang nantinya bakal dilakukan di Gunung Lawu, Karanganyar, Kamis besok (8/2). 

“Gunung Lawu memiliki sejarah yang perlu kita ketahui. Spirit yang ada di Gujung Lawu itu selalu ada dan nanti akan dijadikan sebagai simbol perdamaian. Karena di puncak, bakal kita lakukan proses penandatanganan prasasti perdamaian dunia,” kata bupati didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Titis Sri Jawoto. 

Lebih lanjut diungkapkan bupati, dengan adanya kegiatan penandatanganan perdamaian dunia di puncak Lawu, dia berharap spirit warga untuk terus menjaga gunung ini selalu ada. Bupati tidak ingin ada orang asing atau masyarakat yang merusak ekosistem Lawu yang dijadikan sebagai simbol perdamaian dunia tersebut. 

“Multi efek dari penandatanganan itu nanti akan ada. Kemarin sudah ditanam bunga sakura, ini nanti akan ada prasasti. Gunung Lawu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat baik dalam maupun luar negeri,” jelasnya. 

Sedangkan menurut Ketua Panitia Hari Gunung Sedunia Gunarso mengungkapkan, kegiatan hari gunung tersebut sengaja dilakukan di Gunung Lawu. Mengingat Lawu merupakan gunung yang harus dijaga kelestariannya. Lantaran sebelumnya pemerintah pusat bakal membangun proyek geothermal di gunung tersebut.

(rs/rud/bay/JPR)