Seperti diberitakan, terungkapnya kasus SS di lapas berasal dari kamar tahanan Ali Nukin di blok A6. Petugas yang merazia Kamis (15/3) siang, menemukan tiga selang di bawah keramik tempat tidur Ali Nukin. Karena curiga, pihak lapas melakukan pengamanan di ruangan. Sekitar satu jam Ali Nukin dimintai keterangan. Selain itu, petugas kesehatan lapas melakukan tes urine terhadap Ali Nukin. Hasilnya, dia positif mengunakan sabu – sabu.

Ali Nukin kemudian menyebut nama Parto. Pria 23 tahun asal Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, Surabaya itu pindahan dari Lapas Medaeng. Parto lalu mengatakan SS tersebut berasal dari M Nasir. Narapidana berusia 24 tahun asal Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Sampang itu juga pindahan dari Lapas Porong.

Dari hasil pemeriksaan, Nasir mengakui SS didapatkan dari Zainal Mustakim, 32, napi pindahan dari Lapas Medaeng asal Surabaya. Zainal juga melempar nama M Mukhdor. Pria 41 tahun asal Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik itu juga napi kiriman dari Lapas Porong. Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan dua klip SS di sarung coklat milik Mukhdor.‘’Saat dimintai keterangan, barang bukti tersebut yang memiliki adalah M Mukhdor. Namun barang tersebut dari mana asalnya tak koperatif sama sekali,’’ ujar Adhi.

Menurut keterangan tersangka, SS dikirim dari salah seorang dari luar lapas sisi utara  mengunakan ketapel.‘’Saya kira, jawaban tersebut diluar logika kalau menggunakan alat tersebut melakukan pengiriman ke dalam lapas,’’ ujarnya.Dia meminta menunggu sidang agar jelas terkait alur pengiriman SS.

(bj/mal/yan/faa/JPR)

Source link